Danantara Pastikan Tata Kelola WtE Aman
- 22 Jan 2026 09:35 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : Program Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian serius dari Danantara Indonesia.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management Fadli Rahman mengungkapkan fokus Danantara Indonesia adalah memastikan tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko.
“Fokus ini menjadi penting untuk memastikan bahwa pengembangan WtE berjalan berkelanjutan, aman, dan dapat diterima publik sebagai bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah,” ujar Fadli dalam diskusi kajian Tenggara Strategics bertajuk “Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik” yang digelar di CSIS Auditorium Pakarti Centre Building, Jakarta Pusat, Rabu 21 Januari 2026.
Fadli mengatakan bahwa keberhasilan WtE sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola sejak tahap perencanaan awal, bukan hanya oleh pilihan teknologi yang digunakan.
Danantara juga memberi perhatian khusus pada pemilihan teknologi WtE yang digunakan. Penekanan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengembangan WtE sejalan dengan standar perlindungan lingkungan dan kesehatan publik yang ketat.
“Kami juga memastikan bahwa teknologi yang digunakan merupakan teknologi WtE termutakhir. Indonesia tidak lagi menggunakan teknologi insinerator lama, melainkan mechanical-grade incinerator yang dilengkapi sistem penyaringan berlapis untuk menangkap residu emisi, sehingga kualitas udara yang dilepas memenuhi standar kesehatan internasional, termasuk rujukan WHO,” katanya.
“Selain teknologi, aspek operasi menjadi perhatian penting. Mulai dari proses pengeringan sampah untuk mengurangi kadar air dan air lindi, hingga standar pengelolaan residu dan pengawasan operasional yang ketat. Seluruhnya kami dorong sebagai bagian dari tata kelola agar WtE dapat berjalan aman, berkelanjutan, dan menjadi bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah,” ucapnya.
Melalui pendekatan tersebut, Danantara Indonesia sebagai penggerak integrasi kebijakan dan penjaga kualitas tata kelola dalam pengembangan WtE, agar proyek ini tidak hanya menjawab krisis sampah perkotaan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Hadir juga dalam diskusi ini Intan Salsabila Firman, Senior Researcher Tenggara Strategics dan Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, Guru Besar IPB University, serta dimoderatori oleh Riyadi Suparno, Direktur Eksekutif Tenggara Strategics.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....