Bupati Sanjaya Buka Lokasabha VI PBMM

  • 19 Jan 2026 16:50 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM), Kabupaten Tabanan. Kegiatan itu dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Purwa Kubontingguh, Tabanan, Jumat, 16 Januari 2026.

Kegiatan itu turut dihadiri Para Sulinggih, anggota DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait. Kemudian Ketua Pusat dan Penglingsir PBMM, serta pengurus dan anggota PBMM dan tokoh masyarakat.

Lokasabha kali ini diikuti sekitar 1.500 peserta, yang terdiri dari krama Pratisentana Bendesa Manik Mas, dari berbagai wilayah di Kabupaten Tabanan. Dimana, Lokasabha VI PBMM Kabupaten Tabanan diselenggarakan, sebagai forum musyawarah organisasi, untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan. Sekaligus melaksanakan regenerasi kepengurusan organisasi, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Bupati Sanjaya mengapresiasi pelaksanaan Lokasabha, sebagai momentum penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur warisan leluhur Bali. Ia mengatakan, pesemetonan memiliki peran strategis dalam melestarikan adat, budaya, serta keharmonisan kehidupan masyarakat Bali, terutama di tengah tantangan globalisasi.

“Lokasabha ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya, dan sejarah yang diwariskan oleh para leluhur kita. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pesemetonan harus tetap menjadi benteng kekuatan adat dan budaya Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menekankan, pentingnya implementasi konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sebagai arah pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan, sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, konsep itu mengandung makna menjaga keharmonisan jagat Bali, secara sekala dan niskala, yang mencakup manusia, budaya, dan alam lingkungan.

“Di dalam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ada enam kerthi yang wajib kita jaga bersama, yaitu Wana Kerthi, Danu Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, Atma Kerthi, dan Buana Kerthi. Semua ini harus kita rawat, agar Bali tetap lestari hingga generasi mendatang,” katanya.

Bupati Sanjaya juga menyampaikan pandangannya, terkait tantangan demografi Bali ke depan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan generasi krama Bali. Ia mengingatkan pentingnya peran keluarga dan pesemetonan, dalam melestarikan adat dan budaya, agar tidak kehilangan pelaku dan penerus di masa depan.

“Bali ini kecil, jumlah umat Hindu juga terbatas. Kalau bukan kita yang menjaga keberlanjutan generasi, adat, dan budaya kita, siapa lagi?. Pesemetonan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan, dan kesinambungan krama Bali,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PBMM Pusat, I Wayan Sunarya dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut, dari pelaksanaan Maha Sabha VI PBMM di tingkat pusat. Ia juga menjelaskan, Lokasabha menjadi wadah konsolidasi organisasi, dalam menjaga eksistensi Pratisentana Bendesa Manik Mas, sebagai organisasi sosial, budaya, dan religius yang berlandaskan dresta Bali.

“Lokasabha ini bertujuan memperkuat persaudaraan, menyusun arah program kerja organisasi lima tahun ke depan, serta melaksanakan regenerasi kepengurusan, sesuai AD/ART Pratisentana Bendesa Manik Mas,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....