Khoirudin: NRW Tinggi akibat Pipa Tua

  • 13 Jan 2026 15:06 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin menegaskan, tingginya tingkat Non-Revenue Water (NRW), atau kebocoran volume air, tidak terlepas dari kondisi infrastruktur perpipaan air bersih, yang sudah tua dan tidak layak. Hal itu diungkapkan Khoirudin, usai menghadiri Groundbreaking pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya, Kamis (8/1/2026).

Ia menyebut, jaringan pipa yang saat ini, merupakan peninggalan era Kolonial Belanda, telah alami penurunan kualitas secara signifikan. Usia pipa yang telah puluhan bahkan ratusan tahun itu, kata Khoirudin, membuat banyak pipa mengalami korosi dan kebocoran.

Kondisi tersebut menyebabkan produksi air bersih, tidak sepenuhnya sampai ke pelanggan. Sehingga meningkatkan angka kehilangan air.

“Faktor NRW yang tinggi tak lepas dari kondisi pipa air. Pemipaan kita kan pemipaan warisan Belanda, yang sudah banyak berkarat, harus segera diganti,” ujar Khoirudin.

Selama Jakarta masih mengandalkan jaringan pipa lama, kata dia, upaya menurunkan NRW berjalan lambat dan tidak optimal. Karena itu, DPRD DKI Jakarta tidak memasang target penurunan NRW yang tinggi, bila pembaruan infrastruktur belum dilakukan secara menyeluruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....