Wujudkan Ketahanan Pangan, Dharma Jaya Perkuat Profesionaliame Perusahaan

  • 09 Agt 2025 13:57 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian penyediaan protein hewani serta mendukung transformasi Kota Jakarta menjadi kota global yang berkelanjutan, Perumda Dharma Jaya berkomitmen untuk terus memperkuat profesionalisme sebagai perusahaan pangan daerah di Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan profesionaliseme dalam mengelola BUMD merupakan sebuah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Untuk itu, Ia pun hadir dalam penandatanganan pakta integritas dan Key Performance Indicator (KPI) BUMD 2025 yang dihadiri Gubernur DKI Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu (6/8/2025).

“Kami hadir aktif dalam penandatanganan Pakta Integritas dan KPI BUMD 2025. Ini menegaskan komitmen kami pada transparansi, akutabilitas dan pencapaian target yang jelas. Kami berupaya mewujudkan BUMD yang bersih, kompeten dan berorientasi hasiluntuk kesejahteraan warga Jakarta,” kata Raditya, di Jakarta, Sabtu (9/8/2025).

Lebih lanjut Raditya menjelaskan, bahwa pihaknya bertransformasi memperkuat peran strategisnya sebagai perusahaan pangan daerah, tidak hanya dalam kuantitas pasokan, tetapi juga aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan distribusi protein hewani bagi masyarakat Jakarta.

“Kami terus bergerak agar menjadi perusahaan yang profesional untuk mendukung ketahanan pangan serta mendorong perekonomian berkelanjutan di Indonesia dan skala global, searah dengan visi Gubernur DKI menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Raditya, pihaknya menjalankan berbagai langkah strategis baik dari penerapan tata kelola perusahaan, pemanfaatan aset untuk ekspansi jaringan industri, hingga penguatan SDM yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Ada tiga pilar strategis yang disiapkan Perumda Dharma Jaya. Pertama, ketersediaan Pasokan. Hal ini untuk menjaminketersediaan pangan protein hewani, terutama daging sapi dan ayam, melalui kemitraan dengan peternak nasional dan impor strategis dari Australia.

Kedua, keterjangkauan Harga. Ini dilakukan melalui programpangan murah bersubsidi, selain itu juga dengan melalukan bazaar murah.

Ketiga, perluasan jaringan distribusi baik melalui meat shop, hub channel, pasar tradisional, serta platform e-commerce, dilengkapiarmada pendingin dan mobil khusus bazaar (Moding). Hal ini untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan.

"Kami terus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat di Jakarta dan memudahkan akses terhadap pangan protein hewani," ujarnya.

Ditempat terpisah, Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan komitmen yang ditunjukkan Dharma Jaya melalui penandatanganan Pakta Integritas dan KPI BUMD 2025 merupakan bukti keseriusan perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Langkah ini sejalan dengan arahanGubernur untuk memastikan setiap BUMD mampu beroperasidengan sistem yang baik dan hasil yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Eli menilai, strategi tiga pilar yang dijalankan Dharma Jaya adalah formula tepat untuk menjawab tantangan pangan di Jakarta. Upaya menghadirkan pasokan daging sapi dan ayam melalui kemitraan dengan peternak nasional dan impor strategis, disertai program pangan murah bersubsidi dan bazar murah, menunjukkan keberpihakan pada kebutuhan warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....