Festifal Budaya, Tarian Pacu Jalur

  • 06 Jul 2025 15:46 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Pacu Jalur ini adalah festifal budaya tahunan yaitu lomba tradisional perahu khas masyarakat Kuantan Singingi Propinsi Riau, tradisi ini sudah ada dari abad 19. Perahunya di sebut perahu jalur panjang yang berakapasitas muat dari 45 sampai 60 orang pendayung dan yang paling depan adalah penari “Pacu Jalur”.

Tarian Pacu Jalur adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Riau, Indonesia. Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari yang masih bocah dengan mengenakan kostum adat dan melakukan gerakan yang dinamis dan energik. Penari ini melakukan atraksinya di atas perahu dayung dan biasa di sebut tukang tari atau “Togak Luan” atau “anak Coki”, dibalik lincahnya tarian bocah tersebut dia mempunyai peran yang sangat penting, bukan hanya sekedar pemanis yang meramaikan acara tapi ada tugas-tugas tersembunyi. Tugasnya pun macam-macam dan cukup banyak, diantaranya :

Sebagai pemberi kode atau isyarat kepada pendayung, contohnya : apabila dia duduk itu sinyal , kalau posisi masih imbang sama lawan, santai tapi waspada, kalau dia berdiri ngadep ke belakang (menghadap tim pendayung), itu tandanya dia memberi semangat pada tim dayung, kalau dia berdiri menghadap kedepan biasanya jalur perahunya sedang memimpin jalannya pertandingan dan apabila dia tiba-tiba nyebur (loncat ke air), itu adalah bagian dari strategi kadang dia di suruh loncat untuk ngurangi beban jalur agar bisa mempercepat laju dari jalur itu sendiri, dan terakhir kalau dia berdiri tegak lalu sujud artinya perahunya menang dan menandakan ungkapan rasa syukur

Dengan demikian, Tarian Pacu Jalur bukan cuma soal adu cepat tapi juga tentang kerjasama, filosofi dan kearifan lokal. Tukang tari yang di perankan oleh anak kecil adalah simbol pemuda yang sanggup menghadapi ombak kehidupan, kecil di usia tapi besar dalam makna. (sumber berita tik tok galeri kuansing).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....