Musium Prof.Dr.Soeganda Poerbakawatja
- 21 Apr 2025 01:13 WIB
- Jakarta
KBRN,Jakarta: mengapa dinamakan museum Prof,Dr, Soegarda poerbakawatja beliau merupakan adalah tokoh pendidik purbalingga beliau kelahiran desa Prigi kecamatan padamara, lahir 15 april 1899.beliau sosok yang sangat disiplin dan pekerja keras, sangat aktif didunia pendidikan di th 1921. Dan merupakan penggagas universitas cendrawasih di papua beliau juga menjadi rektornya, sebelumnya beliau juga menjabat di universitas 17 agustus 1945 dijakarta. Museum ini mempunyai prospek yang cerah menyimpan koleksi koleksi dari Prof DrSoegarda poerbakawatja seperti patung, penghargaan dan lain lain. Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya dan masuk museum ini gratis tidak dipungut biaya sepeserpun karena dikelola oleh pemerintah tutur Wasis Kabid Kebudayaan dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Purbalingga sebagai narsum di acara Apresiasi Budaya Banyumas di Pro 4 RRI Jakarta tanggal 18 april 2025.
Wasis menambahkan Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja adalah museum pertama milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang diresmikan pada 24 April 2003 oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mardiyanto. Museum ini terletak di kompleks Pendopo Dipokusumo, tepat di lingkar Alun-alun Utara Purbalingga . Tema dan Koleksi Museum ini mengusung tema “Kehidupan Budaya Masyarakat Purbalingga” yang terinspirasi dari falsafah Jawa tentang kesempurnaan hidup, yaitu memiliki: Wisma (rumah),Pusaka (warisan),Wanita (keluarga),Turangga (kuda atau kendaraan),Kukila (burung peliharaan) . Koleksi museum mencakup benda benda budaya, sejarah lokal, serta memorabilia pribadi Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja . Tentang Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja.
Bagi rombongan dari sekolah, lembaga, atau biro perjalanan, disarankan untuk mengirim surat permohonan kunjungan resmi minimal 3 hari sebelum kedatangan . Kegiatan dan Program Museum ini aktif menyelenggarakan berbagai program edukatif, seperti: Festival Dakon: Turnamen permainan tradisional dakon/congklak. Arkeolog Cilik: Kegiatan ekskavasi simulatif untuk anak-anak. Museum Keliling: Pameran keliling dengan tema seperti sejarah pertanian di Purbalingga. Museum ini menjadi destinasi edukatif yang menarik untuk mengenal sejarah dan budaya Purbalingga ucap Wasis.
Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja di Purbalingga menyimpan lebih dari 2.000 koleksi yang mencerminkan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat, serta mengenang jasa Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Berikut adalah beberapa kategori koleksi utama yang dapat ditemukan di museum ini: Koleksi Arkeologika Museum ini memiliki koleksi artefak prasejarah yang ditemukan di wilayah Purbalingga, seperti: Kapak batu dan beliung. Gelang batu dan perunggu. Batu asah dan fosil binatang. Koleksi ini memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat prasejarah di daerah tersebut.
Memorabilia Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Museum ini juga menyimpan berbagai barang pribadi milik Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, termasuk: Buku-buku dan kacamata. Surat-surat beraksara Jawa. Foto-foto dan dokumen pribadi lainnya. Koleksi ini memberikan wawasan tentang kehidupan dan kontribusi beliau dalam dunia pendidikan dan kebudayaan. Koleksi Budaya dan Tradisional Museum ini menampilkan berbagai benda budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat Purbalingga, seperti: Peralatan rumah tangga, pertanian, dan perikanan. Peralatan rias dan tari. Peralatan tenun dan keramik. Mata uang dan senjata tradisional. Salah satu koleksi unggulan adalah Wayang Suket Mbah Gepuk, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional pada tahun 2020. Koleksi Peninggalan Penguasa Lokal Museum ini juga menyimpan peninggalan dari penguasa atau bupati Purbalingga, seperti: Tempat tidur dan foto-foto. Senjata dan peralatan lainnya. Koleksi ini memberikan gambaran tentang kehidupan dan pemerintahan di masa lalu.
Harapan dengan adanya Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja sangatlah besar, terutama bagi masyarakat Purbalingga dan Indonesia secara umum. Berikut beberapa poin harapan yang dapat dirangkum: Menjadi Sumber Edukasi Sejarah & Budaya Museum ini diharapkan menjadi ruang belajar yang hidup bagi generasi muda untuk mengenal: Sejarah lokal Purbalingga.Budaya dan nilai-nilai tradisional Jawa.Kiprah tokoh nasional seperti Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja dalam dunia pendidikan. Menginspirasi Generasi Muda Dengan menampilkan perjalanan hidup dan perjuangan Prof. Soegarda, museum ini bisa menjadi inspirasi agar generasi muda: Semangat menuntut ilmu. Aktif dalam pendidikan dan pembangunan.
Meneladani nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan dedikasi. Menguatkan Identitas dan Jati Diri Daerah Museum ini mengangkat kekayaan lokal Purbalingga sehingga masyarakat lebih bangga terhadap warisan budayanya sendiri. Ini bisa memperkuat identitas budaya dan sosial di era globalisasi. Menjadi Pusat Aktivitas Kreatif dan Edukatif Museum ini memiliki potensi sebagai: Lokasi pameran seni & budaya. Tempat workshop sejarah, kerajinan, permainan tradisional, dll. Sarana edukasi informal melalui program seperti Festival Dakon dan Arkeolog Cilik. Mendorong Pariwisata Budaya Museum ini dapat menarik wisatawan lokal maupun nasional, terutama pelajar dan akademisi, sehingga: Menumbuhkan ekonomi lokal. Memperkenalkan Purbalingga di kancah nasional sebagai kota budaya dan pendidikan. Menjaga Warisan dan Memori Kolektif Museum berfungsi sebagai penjaga ingatan kolektif masyarakat. Lewat museum ini, masyarakat tidak akan melupakan jasa tokoh-tokoh besar maupun perubahan sosial-budaya yang terjadi dari masa ke masa.“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” dan melalui museum ini, semangat itu terus diwariskan ke generasi penerus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....