Musrenbang Pondok Ranggon Bahas Pembangunan Sekolah dan Wisata Agro

  • 10 Feb 2025 18:01 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Administrasi Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, memimpin sidang Kelompok Musyarawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Pondok Ranggon, di Ruang Aula Kantor Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Senin (10/2/2025). Fokus Musrenbang membahas terkait pembangunan sekolah untuk tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) dan Wisata Agro.

“Kelurahan Pondok Ranggon pada umumnya di Kecamatan Cipayung, masih banyak Ruang Terbuka yang bisa dimanfaatkan sebagai RTH. Memang di wilayah Kecamatan Cipayung memiliki keunggulan banyak Waduk, RTH, RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) yang bisa dijadikan sebagai tempat kegiatan-kegiatan urban farming sangat bagus di sini. Di sini juga banyak waduk, makanya diusung satu tema dan diangkat bisa menjadi daerah Wisata Agro,” kata Plt Walikota melalui siaran pers.

Lebih lanjut Plt Walikota menjelaskan, rencana itu akan dibahas bersama para Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait, di antaranya dengan melakukan pengkajian dan Analisa tempat yang bisa didorong sebagai area wisata agro. “Jika dijadikan wisata agro, kita bisa mengundang wisatawan dari luar daerah, atau bukan hanya dalam negeri tapi bisa mengundang dari luar negeri yang bisa merasakan suasana desa tetapi berada di wilayah perkotaan,” katanya.

Hadir dalam kegiatan itu, Sardy Wahab Sadri, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi D Bidang Pembangunan, Kepala Suku Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur Tulus Ludiyo Setiawan, Camat Cipayung Panangaran Ritonga, dan Plt Lurah Pondok Ranggon Marissya Ariestiany. Terkait usulan Pembangunan sekolah tingkat SMA dan SMK di lahan seluas 8.400 meter persegi di RW 04 Kelurahan Pondok Ranggon yang merupakan aset Dinas Pertamanan DKI Jakarta, Plt Walikota akan berkoordinasi dengan smua pihak.

"Kebetulan tadi kehadiran Anggota DPRD Komisi D Provinsi DKI Jakarta Sardy Wahab, yang juga menyetujui serta mendukung suara usulan warga, terkait pembangunan SMA/SMK di wilayah Kelurahan Pondok Ranggon,” ujarnya.

Menanggapi kedua usulan, Sardy Wahab Sadri mengatakan, dirinya sudah membicarakan pembangunan sekolah kepada Penjabat Gubernur DKI Jakarta. Ia berharap pembangunan sekolah segera terwujud, sehingga warga Kelurahan Munjul dan Pondok Ranggon tidak lagi harus menyebrang ke kecamatan lain untuk bersekolah.

“Saya sudah bicarakan juga ke Ketua Komisi D, tanah sudah ada, tinggal di tahun 2025 kita akan bangun. Jadi saya akan kawal dan juga sudah bicara kepada bapak Sekda, bagaimana caranya akan kita realisasikan keinginan warga terkait adanya sekolah SMA di sini. Selain mengurangi kemacetan di saat pagi hari karena jarak tempuh warga di sini, antar anaknya sekolah di wilayah Ciracas juga dapat mengurangi biaya ibu-ibu yang lain,” ucapnya.

Di sisi lain, Plt Lurah Pondok Ranggon, Marissya Ariestiany, menjelaskan total jumlah usulan dalam Rembuk RW mencapai 30 usulan, terdiri dari 23 usulan fisik dan 7 usulan non fisik. Usulan 10 untuk Suku Dinas Bina Marga, 7 usulan untuk Sudin Perhubungan, 6 usulan Sudin Sumber Daya Air, 4 usulan Sudin Pemuda dan Olahraga, 2 usulan Sudin Pendidikan dan satu untuk Sudin Kebudayaan.

“Harapannya semua usulan tersebut bisa terealisasikan dan sehingga dapat dirasakan langsung oleh warga masyarakat. Semoga juga permintaan warga terkait pembangunan sekolah juga dapat segera direalisasikan," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....