Mengenal Sanggar Laras Wiromo

  • 09 Feb 2025 23:47 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Sanggar Laras wiromo secara Defakto / operasional terlaksana pada tgl 1 april 2015 untuk pertama kali latihan dan belum berdiri pendopo (joglo) seperti sekarang ini, dulu masih bertempat dikediaman bpk Supadiyo, setahun kemudian tepatnya tanggal 16 agustus 2016 berdirilah joglo purworejo sekaligus diresmikan sanggar laras wiromo dengan menggelar wayang semalam suntuk dengan gaya Mataraman (Pesisiran). Tutur Misno selaku Humas Sanggar Laras Wiromo di acara Apresiasi Budaya Banyumasan di Pro 4 RRI Jakarta 7/2/25.

Supardiyo selaku Ketua Sanggar Laras Wiromo dan pencetus berdirinya sanggar tersebut menambahkan mengenai keanggotaan pada waktu itu sudah 26 anggota yang sudah ikut latihan dikediamanya dengan materi gaya banyumas, dan kebetulan orang banyumas semua yang latihan di sanggar Laras Wiromo yang bertempat di jalan Raya Setu No 6 Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Prov Jawa Barat. Dan sanggar ini secara hukum juga sudah kuat dengan dikeluarkan Surat keputusan Dari Kemnkumham RI nomor AHU -0000525,AH 01.04 tahun 2019 ter tanggal 4 Januari 2019 bergerak dibidang Seni Musik/Umum / Tradisional, Tari dan Pedalangan. Secara hukum yuridis formal atau Dejure sanggar laras wiromo dibawah yayasan Sri Nalendra dengan akte notaris Hambali SH, M.Kn No. 10 tanggal 4 januari2019.

Supardiyo mengatakan Jadwal latihan Disanggar Laras Wiromo dilakukan secara konsisten mengingat tingginya animo masyarakat Banyumas yaitu di minggu ganjil menggelar sajian karawitan gaya Surakarta dan Gaya Banyumasan. Di minggu Genap menggelar sajian karawitan gaya mataraman Pesisiran. Seiring waktu berjalan sanggar laras wiromo lebih sering mementaskan wayang kulit gaya banyumasan mengingat anggota yang latihan mayoritas adalah orang banyumasan ungkap Supadiyo.

Harapan dan Upaya Sanggar Laras Wiromo dalam Mempertahankan Seni Tradisi, Khususnya untuk Generasi Muda, Sanggar Laras Wiromo memiliki harapan besar agar generasi muda ikut serta dalam melestarikan seni tradisi, khususnya karawitan gaya Banyumas. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membuat anak muda tetap tertarik pada seni tradisional di tengah gempuran budaya modern dan digitalisasi.

Harapan Sanggar Laras Wiromo Menumbuhkan Kesadaran Generasi Muda Anak muda diharapkan menyadari pentingnya seni tradisi sebagai identitas budaya. Seni tradisi seperti karawitan tidak hanya warisan nenek moyang, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan daerah. Menjadikan Karawitan sebagai Bagian dari Gaya Hidup Harapan agar karawitan bisa diterima sebagai bagian dari ekspresi seni anak muda, tidak hanya sekadar warisan yang harus dijaga.

Karawitan dapat dikombinasikan dengan elemen modern agar lebih menarik bagi kaum muda. Menciptakan Regenerasi Pelaku Seni Adanya regenerasi agar seni karawitan tidak punah. Anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku dan penerus seni tradisi. Upaya Sanggar Laras Wiromo dalam Mengajak Anak Muda Melestarikan Seni Tradisi Untuk mencapai harapan tersebut, sanggar ini melakukan beberapa upaya strategis:

1. Mengadakan Pelatihan dan Workshop Khusus Anak Muda

Mengadakan kelas belajar gamelan dan tembang Banyumasan secara gratis atau berbiaya terjangkau. Membuat program ekstrakurikuler di sekolah-sekolah agar lebih banyak anak muda mengenal karawitan. Menyediakan pelatihan digital agar anak muda bisa mengemas seni tradisi dengan cara modern.

2. Memanfaatkan Media Sosial dan Teknologi Membuat konten edukatif di YouTube, Instagram, dan TikTok untuk menarik perhatian anak muda. Mengembangkan aplikasi atau kanal digital yang memudahkan anak muda belajar karawitan secara daring. Menggabungkan karawitan dengan tren musik modern agar lebih mudah diterima.

3. Menggelar Event dan Kompetisi Karawitan dengan mengadakan festival gamelan anak muda untuk meningkatkan minat mereka dalam berkesenian. Menyelenggarakan kompetisi kreatif, seperti aransemen gamelan modern atau cover lagu dengan karawitan. Berkolaborasi dengan komunitas seni lainnya agar karawitan bisa tampil di berbagai acara anak muda.

4. Mengintegrasikan Karawitan dengan Budaya Populer Mengajak musisi muda untuk menggabungkan gamelan dengan musik modern dan membuat pertunjukan seni kolaboratif yang memadukan tarian, teater, dan musik tradisional. Melibatkan influencer atau tokoh muda dalam mempromosikan seni karawitan. Dengan harapan dan upaya tersebut, Sanggar Laras Wiromo berusaha menjadikan seni karawitan tetap hidup di hati anak muda. Seni tradisi bukan hanya sekadar warisan, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup dan ekspresi kreatif generasi sekarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....