TransJakarta Koridor 1 Blok M - Kota Tetap Beroperasi Meski Ada MRT

  • 23 Des 2024 12:33 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: TransJakarta koridor 1 rute Blok M-Kota yang telah beroperasi sejak 15 Januari 2004 akhir-akhir ini ramai dipergunjingkan setelah muncul isu penghapusan jalur tersebut. Koridor ini dikenal sebagai jalur tertua dan menjadi ikon awal keberhasilan sistem Bus Rapid Transit atau BRT di Indonesia.

Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa tidak ada layanan TransJakarta yang dihentikan meskipun proyek Mass Rapid Transit Jakarta atau MRT Fase 2A yang melayani rute stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota akan rampung pada 2029. "Ini tidak berarti layanan dihentikan," ujar Syafrin dalam keterangannya melalui laman resmi Provinsi DKI Jakarta, beritajakarta.id yang kami akses pada Senin 23 Desember 2024.

Menurut Syafrin, rute TransJakarta koridor 1 akan mengalami penyesuaian untuk menghindari tumpang tindih dengan jalur MRT. "Jakarta memiliki rencana induk transportasi yang mengedepankan efisiensi pengelolaan subsidi, termasuk Dana Public Service Obligation (PSO)," ujarnya menjelaskan.

Jalur TransJakarta koridor 1, yang membentang sepanjang 12,9 kilometer, akan diarahkan ulang setelah MRT Fase 2A beroperasi penuh. Namun, layanan ini tetap akan berfungsi sebagai feeder atau penghubung yang menghubungkan berbagai titik strategis di Jakarta.

Syafrin mencontohkan bahwa layanan TransJakarta di Bundaran HI tidak akan dihapuskan. "Rute TransJakarta akan tetap termanfaatkan dengan pola integrasi, seperti dari Semanggi, Kebon Sirih, hingga Tanah Abang, untuk mendukung konektivitas," ujarnya menambahkan.

Penghapusan rute TransJakarta koridor 1 ramai diperbincangkan karena rute ini telah menjadi tulang punggung transportasi publik di Jakarta sejak beroperasi. Berdasarkan data transjakarta.co.id, sistem BRT ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara dan Selatan dengan jalur lintasan terpanjang di dunia, mencapai 208 kilometer.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyebutkan bahwa penghapusan jalur TransJakarta koridor 1 akan berdampak besar pada mobilitas warga. "Koridor 1 ini memiliki peran historis dan fungsional yang kuat. Menghapusnya tanpa solusi yang jelas akan merugikan banyak pengguna setia," kata Djoko diwawancarai radio 91,2FM Pro1 RRI Jakarta pada Senin 23 Desember 2024.

Djoko juga menambahkan bahwa penyesuaian rute harus tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada jalur ini setiap hari. "Integrasi memang penting, tapi jangan sampai mengorbankan kenyamanan dan aksesibilitas warga yang sudah terbiasa dengan rute ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua komunitas Busway Fans Club, Adi Febrian menyatakan bahwa komunitasnya menolak dengan keras wacana penghapusan rute ini. "TransJakarta koridor 1 adalah jalur yang paling banyak diminati. Kami berharap pemerintah mendengar suara pengguna setia dan mempertimbangkan ulang kebijakan ini," kata Adi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa layanan TransJakarta akan tetap hadir sebagai solusi transportasi terintegrasi. "Kami pastikan tidak ada fasilitas yang menjadi mubazir. Semua rute dan halte akan tetap dimanfaatkan secara optimal," ujar Syafrin.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....