BMKG Ingatkan Waspada La Nina, Warga Ulujami Khawatir Hujan

  • 05 Nov 2024 14:12 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Hujan mulai sering turun di beberapa wilayah di Ibu Kota Jakarta. Dihubungi melalui telepon, salah satu warga di Ulujami Jakarta Selatan, Cecep, mengaku waswas setiap kali hujan deras mengguyur wilayahnya yang dilalui kali Krukut.

Meski sudah tinggal di sana puluhan tahun, ia dan warga lainnya masih harus menghadapi genangan air yang mengganggu aktivitas sehari-hari. “Kadang air kiriman dari Bogor membuat jalan-jalan di sini tergenang. Untungnya belum sampai masuk rumah, tapi tetap saja menghambat aktivitas,” ujar Cecep dalam Program siaran Halo RRI, pada Senin (5/11/2024).

Dalam acara itu, Cecep mengenang banjir besar yang pernah melanda Ulujami pada 2007. "Banjir 2007 itu memang yang terparah, air bahkan masuk ke dalam rumah. Banyak barang rusak. Tahun berikutnya, meskipun lebih rendah, air masih masuk ke rumah saya sekitar 60 cm," ujarnya.

Menurut Cecep, kondisi lingkungan Ulujami yang rawan banjir semakin diperburuk dengan infrastruktur yang minim. Dia mengatakan saluran air dan gorong-gorong di kawasan tersebut tidak mampu menampung volume air hujan yang cukup besar. "Kami sudah berusaha membersihkan saluran air dan gorong-gorong sendiri, tapi drainase yang ada di sini kurang baik. Kalau hujan deras, tetap saja jalanan tergenang," ujar Cecep.

Menjawab pertanyaan Radio Republik Indonesia apakah sudah ada peringatan dari aparat pemerintah setempat soal kesiapsigaan bencana banjir, Cecep mengatakan: "Imbauan sudah ada, hanya saja dikuatirkan sibuk menjelang pilkada membuat perhatian pemerintah terhadap masalah banjir di wilayahnya berkurang,"ucapnya.

Dampak La Nina

Sebelumnya, Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi terkait fenomena La Nina meskipun sepanjang tahun 2025 tidak akan terjadi anomaly iklim. "Hal ini dikarenakan ENSO (El Nino-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) berada dalam kondisi netral sepanjang tahun 2025. Adapun kondisi La Nina lemah diprediksi akan terus terjadi hingga awal tahun 2025," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Sementara Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengingatkan potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia. “Terdapat potensi penambahan curah hujan hingga 20% di atas normal akibat La Nina lemah. Hal ini berpotensi meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir,” ujarnya.

BMKG juga merekomendasikan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi curah hujan tinggi, terutama di wilayah perkotaan yang rentan banjir. "Kesiapan infrastruktur seperti drainase, waduk, dan kolam retensi dianggap sangat penting untuk mencegah dampak lebih buruk," kata Ardhasena.

Ardhasena menambahkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan tetap harus diperhatikan pada musim kemarau, meskipun prediksi curah hujan cenderung di atas normal pada Juli-September 2025. "Kewaspadaan juga diperlukan untuk antisipasi suhu udara yang mengalami kenaikan pada Mei-Juli 2025," ujarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....