Warga Ziarah Kubur di Hari Kedua Lebaran, Mengenang Orang Tua-Mengingat Kematian

  • 22 Mar 2026 10:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Warga ramai mendatangi Tempat Pemakaman Umum atau TPU di Jakarta Timur, salah satunya TPU Utan Kayu yang berlokasi di Rawamangun, pada hari kedua Lebaran, Minggu, 3 Maret 2026. Mereka berziarah, mendoakan anggota keluarga yang telah pergi dan merefleksikan makna kehidupan.

Pantauan RRI Jakarta di lokasi, warga mulai berdatangan ke TPU Utan Kayu dan jumlahnya terus meningkat menjelang siang. Banyak diantara peziarah membeli bunga tabur dan air mawar yang dijual di sepanjang akses jalan menuju pemakaman.

Salbiah, warga Pulogadung sedang membaca surah Alfatihah dan memanjatkan doa kepada Tuhan YME ketika ditemui reporter RRI Jakarta. Makam anggota keluarganya berada di ujung area pemakaman, blok E.

Baginya, ziarah kubur menjadi salah satu pengingat bahwa kematian sedang menunggu manusia. Tradisi tersebut dapat merefleksikan arti kehidupan dunia yang sementara, sekaligus mengingat kebaikan-kebaikan orang tuanya dulu.

Suasana pemakaman di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur pada hari kedua Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026. Tampak batu nisan berjejer dan dikejauhan beberapa warga berziarah. (Foto: RRI/Setyo Agung)

“Ini kan memang hanya tradisi sebenarnya, tapi ziarah ini juga mengingatkan diri saya bahwa suatu saat kita juga bakal kembali kepada Allah, seperti ini. Kita juga mengenang jasa orang tua yang telah membesarkan, mendidik, mengasuh dan berjuang,” kata Salbiah sembari menunjuk batu nisan makam anggota keluarganya.

Tradisi ziarah kubur ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kebiasaan warga di momen Lebaran. Setelah bersilaturahmi dengan keluarga yang masih hidup, mereka menyempatkan berziarah ke makam anggota keluarga, memanjatkan doa, dan membersihkan area makam.

Berkah Tambahan Penjaga Makam

Ramainya peziarah sejak Lebaran hari pertama memberi tambahan penghasilan melalui jasa perawatan dan renovasi makam. Salah satu penjaga makam, Alex bercerita hal itu kepada RRI Jakarta.

Alex yang telah bekerja hampir 25 tahun menyebut tradisi ziarah ini terjadi rutin setiap tahun. Ia menilai keramaian tersebut menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat saat Lebaran.

"Ya alhamdulillah lah, ada rezeki buat pulang kampung seperti itu. Kemarin banyak, sampai padat. Memang sudah setahun sekali seperti begini. Sudah tradisi boleh dikatakan kalau kata orang-orang kita ya, nyekar,” kata Alex usai melayani ahli waris yang berziarah.

Di TPU seluas hampir enam hektare ini, terdapat sekitar 100 penjaga makam yang bekerja sebagai mitra perawat. Setiap penjaga menangani ratusan makam dengan sistem perawatan berkala.

Selain perawatan rutin, penjaga makam seperti Alex juga menawarkan jasa renovasi kepada ahli waris sesuai kebutuhan. Biaya renovasi bervariasi, umumnya berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta tergantung permintaan.

Alex, satu dari sekitar 100 penjaga makam (mitra kerja) di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur. Sehari ia mengurus hingga 10 makam, dari 200 makam yang harus ia tangani. Pada momen Lebaran, biasanya pendapatannya bertambah dari kebaikan ahli waris yang memberikan sedikit upah terima kasih. (Foto: RRI/Setyo Agung)

"Untuk renovasi kan masalah harga beda-beda Mas kita, jadi nggak sama. Cuma pada umumnya di sini 1,5-2 juta. Ada yang minta untuk diganti rumputnya, bukan rumput liar, atau full diperbaiki. Tergangung permintaan intinya,” ujar Alex.

Suasana pemakaman di TPU Utan Kayu, Jakarta Timur, padah hari kedua Lebaran memang cukup unik. Dari pantauan terlihat banyak pedagang bunga tabur dadakan dan pedagang makanan asongan yang mencoba peruntungan di momen spesial Lebaran tahun ini.

Pengalaman spiritual yang dialami warga seperti Salbiah, yang merelfeksikan makna ziarah kubur untuk kehidupan dunia yang sementara beririsan dengan pengalaman hidup penjaga makam seperti Alex yang menggantungkan hidupnya dari pemakaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....