Kantor Ail Amir & Associates Law Firm Gelar Bukber, dan HUT ke-79 Anwar Fuady
- 14 Mar 2026 22:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kantor Pengacara Ail Amir & Associates Law Firm menggelar acara buka puasa bersama (bukber), di lobby Gedung Gran Rubina Business Park, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Acara bukber ini juga digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun aktor sekaligus advokat senior Anwar Fuady yang ke-79 tahun.
Sejumlah relasi dari Ail Amir & Associates Law Firm hadir di acara bukber ini. Mulai dari pejabat Negara, Menteri, Perwira Tinggi TNI dan Polri hingga Pejabat Mahkamah Agung (MA) dan Kejaksaan.
Hadir pula sejumlah klien Ail Amir & Associates Law Firm dari kalangan BUMN dan pengusaha nasional. Serta swasta asing, seperti Jepang, Korea Selatan dan lain-lain.
Selain itu, sejumlah selebritis yang merupakan kolega dari Anwar Fuady tampak hadir meriahkan acara bukber ini. Di antaranya Roy Martin, Dedy Mizwar dan Dwi Yan.
Dalam acara bukber ini, Advokat senior di Ail Amir & Associates Law Firm, Ari Yusuf Amir selaku tuan rumah memberikan kata sambutan yang mengulas isu hukum dan keadilan di Indonesia.
Di awal sambutannya, Ari mengutuk keras peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang dilakukan orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).
“Saya mengutuk keras penyiraman air keras kepada aktivitis kontras Andrie Yunus. Ini cara-cara biadab yang harus diusut tuntas oleh aparat Kepolisian,” tegas Ari.
Lebih lanjut Ari menyampaikan, penegakan hukum yang adil adalah fondasi utama negara hukum. Tanpa keadilan, hukum kehilangan legitimasi moralnya dan akan tereduksi menjadi alat kekuasaan yang menindas.
“Negara hukum harus menjamin konsistensi, prediktabilitas, dan non-diskriminasi dalam penerapan hukum,” ujar Ari.
Ari juga mengkritisi bahwa di negara Indonesia tercinta ini hukum masih jauh pangang dari api. Hal itu tergambar dari penurunan Indeks Negara Hukum Indonesia. Merujuk data World Justice Project, Indeks negara hukum pada 2025 menurun menjadi 0,52 dari 0,53 pada 2024. Angka ini menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 143 negara.
Penurunan ini, lanjut Ari disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, melemahnya pembatasan kekuasaan. Akibatnya hukum tidak imun dari intervensi kekuasaan. Kedua melemahnya perlindungan hak fundamental Masyarakat. Ketiga, melemahnya efektivitas peradilan pidana.
Doktor ilmu hukum dari Univesritas Islam Indonesia (UII) itu juga mengkritisi persepsi korupsi di Indonesia yang memburuk. “Kondisi ini mencerminkan bahwa integritas lembaga penegak hukum masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan keadilan,” ungkapnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, aktor senior Anwar Fuady menyampaikan, rasa syukurnya atas acara buka puasa bersama ini. Menurut Anwar, dirinya memutuskan bergabung dengan Ail Amir & Associates Law Firm karena melihat sepak terjang Ari Yusuf Amir.
"Ari Yusuf Amir ini bukan pengacara kaleng kaleng. Buktinya kliennya mulai dari alm. Antasari Azhar, kemudian mantan Kabareskrim Susno Duadji, Tom Lembong hingga Nadiem Makarim dan lainnya. Makanya saya pilih bergabung dengan Ail Amir & Associates Law Firm karena ini qualified dan paling the best," tegas Anwar.
Sementara itu Dedy Mizwar yang merupakan rekan dari Anwar Fuady memberikan selamat kepada Anwar Fuady. Dirinya berharap agar Anwar Fuady bisa terus bermanfaat. "Selamat, semoga bang Anwar Fuady tetap sehat, dan terus memberikan kebermanfaatan," ucap Mantan Gubenur Jawa Barat itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....