Hikmah Pagi Pro4, Turunnya Wahyu dan Peradaban

  • 09 Mar 2026 14:40 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta- Program siaran radio 'Hikmah Pagi' di Pro 4 RRI Jakarta pada Senin 9 Maret 2026, mengusung tema "Langit Menurunkan Wahyu, Bumi Menumbuhkan Peradaban". Acara ini menghadirkan narasumber H. Nur Khayin Muhdlor .

Dalam kajiannya, H. Nur Khayin Muhdlor Lc, ME menjelaskan, bahwa wahyu merupakan petunjuk Ilahi bagi manusia. Dari wahyu itulah lahir nilai, ilmu, dan akhlak yang membentuk peradaban manusia di muka bumi. Ia menegaskan wahyu tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga dasar membangun ilmu pengetahuan, budaya, dan peradaban manusia, ada peran Allah yang kita sebut sebagai peran langit yang telah menurunkan wahyu.

“Manusia di bumi yang harus menumbuhkan atau menggunakan Wahyu itu sebagai bagian dari kehidupan manusia. Yang kemudian menjadi sebuah ungkapan langit menurunkan wahyu, bumi menumbuhkan peradaban . Wahyu itu berasal dari langit. Islam menegaskan bahwa peradaban yang benar itu dimulai dari Wahyu”, katanya

Lebih lanjut H. Nur Khayin mengakakan, “Tanpa ilmu manusia tidak dapat membangun kehidupan yang benar. Artinya sebagai manusia tentu punya landasan yang kokoh dan utuh. Jadi bukan karena pengalaman manusia itu sendiri, tapi kehidupan manusia yang kemudian disebut dengan peradaban dasarnya adalah Wahyu Al-Quran”.

Bersama presenter Arief Budiman dan Lia Narasumber H.Nur Khayin Muhdlor Lc,ME mengatakan Wahyu bukan hanya ajaran spiritual, tapi juga sebagai pedoman ilmu, sebagai pedoman hukum, pedoman sosial, dan tentu pedoman peradaban. Tugas manusia adalah membangun di bumi. Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk beribadah secara ritual, tapi juga membangun bumi. Allah berfirman”Dia menciptakan kamu dari bumi dan memerintahkan kamu untuk memakmurkan nya” Ayat ini menunjukkan konsep memakmurkan bumi.

Momentun Ramadan saat ini, adalah bagian dimana Allah menurunkan Wahyu. Maka sejarah membuktikan bahwa wahyu melahirkan peradaban besar. Ketika Al-Quran turun kepada Nabi Muhammad SAW, di masyarakat Arab yang sebelumnya hidup dalam jahiliya, hidup tanpa ada petunjuk, berubah menjadi masyarakat yang beradab, masyarakat yang punya pilihan, karena Allah menggambarkan perubahan itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....