Penyelam Sea World Ancol Tetap Berpuasa saat Bertugas
- 07 Mar 2026 18:32 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta – Risiko tinggi menjadi makanan sehari-hari bagi para penyelam profesional di Sea World Ancol. Chandra (35), salah satu penyelam senior, mengungkapkan bahwa keselamatan dan kesehatan menjadi prioritas utama yang sangat diperhatikan oleh pihak manajemen maupun pemerintah.
Salah satu prosedur kesehatan wajib yang harus dijalani para penyelam adalah terapi oksigen hiperbarik atau masuk ke dalam chamber. Hal ini krusial untuk mencegah penyakit dekompresi yang menjadi momok bagi para penyelam.
"Kekhawatiran pemerintah terutama untuk penyelam itu dekompresi. Kalau dekompresi itu bahaya sekali, bisa kehilangan nyawa, paru-paru bisa jebol, atau paling tidak gendang telinga bisa pecah. Makanya setiap 6 bulan sekali dilakukan (terapi) chamber itu," ungkap Chandra, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia bersyukur fasilitas kesehatan seperti BPJS dan perawatan medis rutin sudah terpenuhi dengan baik.
"Sudah selayaknya memperhatikan kita," tambahnya.
Tim penyelam di Sea World Ancol terdiri dari 14 orang yang bekerja dengan sistem rolling atau bergantian. Dalam satu shift pagi, biasanya terdapat 4 hingga 5 orang yang berbagi tugas, mulai dari memberi makan ikan (feeding show), membersihkan akuarium, hingga menjadi pengawas.
Meski pekerjaan ini menuntut fisik yang prima, Chandra yang merupakan seorang Muslim tetap menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadan.
Ia mengaku tantangan terberat bukanlah menahan lapar, melainkan rasa haus dan kering di tenggorokan.
"Tantangan terbesarnya lebih ke kering saja tenggorokan. Karena kan kita hirup oksigen (dari tabung), itu oksigen kering. Jadi lebih kering saja, terus kerja lebih berat karena angkat-angkat tabung," jelas Chandra.
Meski demikian, ia memastikan ibadah puasanya tidak terganggu oleh aktivitas menyelam. Kekhawatiran air laut tertelan saat menyelam pun ditepisnya, karena peralatan selam modern (mouthpiece/regulator) yang digunakan sudah dirancang untuk mencegah air masuk ke mulut.
"Alhamdulillah tidak batal (puasanya). Karena kita dilengkapi mouthpiece, jadi air laut terhalang alat ini," ujarnya sambil menunjukkan peralatan selamnya.
Menutup perbincangan, Chandra berharap perhatian terhadap keselamatan penyelam dan fasilitas di Sea World Ancol terus dipertahankan dan ditingkatkan, agar mereka dapat terus bekerja dengan aman dan memberikan edukasi terbaik bagi pengunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....