Pemkot-BBPOM Sidak Takjil Jl Panjang, Temukan Makanan Mengandung Pewarna Tekstil
- 05 Mar 2026 20:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan takjil di Sentra Penjualan Takjil, Jalan Panjang, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 5 Maret 2026.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan takjil yang dijual kepada masyarakat selama Ramadan aman untuk dikonsumsi.
“Hari ini kita melakukan pengawasan pangan khusus takjil selama bulan Ramadan. Kawasan Jalan Panjang ini memang sangat ramai dan menjadi salah satu sentra penjualan takjil yang banyak dikunjungi masyarakat,” kata Iin.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk BBPOM dan anggota legislatif, guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat yang berbuka puasa.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat selama Ramadan.
“Kita ingin memastikan makanan yang dijual layak dikonsumsi. Pemerintah bersama legislatif sangat concern terhadap keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat merasa aman saat membeli takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati menjelaskan, dari 65 sampel makanan yang diuji, sebanyak 34 sampel diperiksa oleh BBPOM dan 31 sampel lainnya diuji oleh petugas puskesmas.
“Dari 34 sampel yang kami uji, terdapat dua makanan yang mengandung pewarna tekstil rhodamin yang dilarang digunakan dalam pangan,” kata Sofiyani.
Adapun dua makanan yang ditemukan mengandung zat berbahaya tersebut adalah kue mangkok dan bolu kukus.
Menurutnya, makanan yang terbukti mengandung bahan berbahaya langsung ditarik dari etalase penjualan untuk dimusnahkan.
“Kami juga akan menelusuri lebih lanjut asal distribusinya, termasuk pedagang besar atau pemasoknya, untuk memutus rantai peredaran bahan berbahaya tersebut,” ujarnya.
Sofiyani uga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli makanan, terutama yang memiliki warna terlalu mencolok.
“Biasanya warna yang terlalu terang atau mencolok perlu diwaspadai. Kadang secara kasat mata terlihat menarik, tetapi setelah diuji ternyata menggunakan pewarna tekstil,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....