Tadarus Cinta Syiar Ramadan Penuh Kasih di Kampus UI

  • 28 Feb 2026 19:43 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Komoenitas Makara dan Urban Spiritual Indonesia menggelar Majelis Nyala Purnama #10 bertema “Rahmatan Lil Alamin (Cinta Kasih Terhadap Semua)”. Acara bertajuk “Tadarus Cinta: Cinta Kasih Terhadap Semua” ini berlangsung syahdu dan hikdmat di Makara Art Center pada Jumat malam, 27 Februari 2026. Kegiatan dikemas dalam ragam ekspresi budaya, mulai dari orasi, musik, tari, pembacaan puisi, hingga meditasi, yang menyatu dalam semangat Ramadan.

Direktur Kebudayaan UI, Ngatawi Al Zastrouw, menegaskan bahwa cinta merupakan hak setiap manusia. “Cinta adalah hak semua manusia, dan oleh karena itu setiap upaya membunuh dan mengabaikan cinta harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan fitrah kemanusiaan. Saat ini kita melihat maraknya penyalahgunaan cinta. Atas nama cinta orang mencaci, membenci bahkan saling menista sesamanya. Melalui Majelis Nyala Purnama kita ingin berbagi cinta untuk semua. Menebar cinta yang menyehatkan jiwa dan raga, cinta yang membahagiakan lahir dan batin,” ujarnya.

Direktur Kebudayaan UI, Ngatawi Al Zastrouw, menegaskan bahwa cinta merupakan hak setiap manusia. “Cinta adalah hak semua manusia, dan oleh karena itu setiap upaya membunuh dan mengabaikan cinta harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan fitrah kemanusiaan. (Foto : Humas Komoenitas Makara)

Baca Juga : Harmoni Pagi OLah Tubuh Sambut Ramadan

Senada dengan itu, Ketua Komoenitas Makara, Fitra Manan, menyampaikan bahwa tadarus cinta bukan sekadar membaca, tetapi menghidupkan makna kasih dalam laku sehari-hari. “Tadarus cinta adalah sebuah dialektika hati di mana kita tidak hanya membaca lembaran kasih sayang, tetapi juga menghayati setiap denyut kepedulian bagi sesama tanpa memandang kasta atau rupa. Mencintai semua adalah bentuk ibadah sosial tertinggi,” tuturnya, menekankan pentingnya menjadikan cinta sebagai bahasa universal yang menyatukan.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dwi Woro Retno Mastuti dan Raymond Michael Menot. Dwi Woro berbagi testimoni tentang kecintaannya pada wayang potehi yang membawanya menelusuri jejak budaya hingga ke Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat dengan segala keterbatasan. Sementara Raymond mengulas makna cinta dalam perspektif antropologi budaya. Di sisi lain, Rocky Gerung menyoroti relasi cinta dan patriotisme, serta menanggapi polemik penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan soal nasionalisme, melainkan soal pemaknaan patriotisme itu sendiri.

hadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dwi Woro Retno Mastuti dan Raymond Michael Menot. Dwi Woro berbagi testimoni tentang kecintaannya pada wayang potehi yang membawanya menelusuri jejak budaya hingga ke Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat dengan segala keterbatasan. (Foto : Humas Komoenitas Makara)

Menutup rangkaian acara, pendiri Urban Spiritual Indonesia, Turita Indah Setyani, memimpin sesi meditasi yang mengajak peserta menadabburi cinta kasih secara mendalam. “Pada malam yang penuh keberkahan ini, kita berkumpul bukan hanya untuk membaca ayat-ayat suci, tetapi juga untuk merasakan dan menghidupkan cinta kasih dalam diri,” ungkapnya. Momentum Tadarus Cinta ini sekaligus menandai dimulainya Syiar Ramadan Kampus UI yang akan berlangsung hingga 14 Maret 2026, menghadirkan rangkaian kegiatan spiritual dan budaya yang meneguhkan pesan cinta bagi semua.

Baca Juga: Merajut Kolaborasi, Membangun Ekosistem Teater

Rekomendasi Berita