Tradisi Maanta Pabukoan di Bulan Ramadhan

  • 27 Feb 2026 17:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi Maanta Pabukoan yang berkembang di wilayah Bukittinggi, khususnya di kawasan Kurai Limo Jorong, kembali menjadi perbincangan dalam program siaran RRI yang dipandu Alfian Tanjung (RRI Bukittinggi) bersama Nova Calysta (RRI Jakarta). Dalam wawancara tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, H. Heru Triastanawa, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan budaya masyarakat Minangkabau yang rutin dilaksanakan saat bulan Ramadan. Tradisi Maanta Pabukoan dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial menjelang waktu berbuka puasa.

Secara historis, Maanta Pabukoan telah berlangsung turun-temurun dan menjadi identitas budaya masyarakat Kurai Limo Jorong. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengantarkan hidangan berbuka puasa ke rumah keluarga, niniak mamak, guru mengaji, atau tokoh masyarakat. Menurut Heru, kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai adat dan agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Heru Triastanawa menegaskan Maanta Pabukoan bukan hanya tradisi seremonial, tetapi mengandung nilai pendidikan karakter, seperti gotong royong, rasa hormat kepada orang tua, dan memperkuat hubungan kekerabatan. "Tradisi ini biasanya dilakukan pada sore hari menjelang magrib selama bulan Ramadan, dengan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak melupakan akar tradisinya," ucapnya, Jumat, 27 Februari 2026.

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan, khususnya bidang kebudayaan, turut berperan dalam menjaga dan melestarikan tradisi ini melalui pembinaan serta dokumentasi budaya. Heru menambahkan bahwa pelestarian dilakukan dengan menggandeng tokoh adat, sekolah, dan komunitas budaya agar Maanta Pabukoan tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Melalui siaran berjaringan RRI, tradisi Maanta Pabukoan diharapkan semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Dengan pelestarian yang berkelanjutan, tradisi khas Kurai Limo Jorong ini tidak hanya menjadi kebanggaan warga Bukittinggi, tetapi juga memperkaya khazanah budaya Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....