Benarkah Sahur Mengganggu Jam Tidur? Ini Tiga Bahaya Melewatkan Sahur

  • 25 Feb 2026 09:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Perdebatan tentang sahur kembali mencuat setelah sebuah video di media sosial menyebut sahur justru mengganggu jam tidur. Pernyataan ini membuka diskusi luas karena sahur selama ini diyakini sebagai bagian penting dari ibadah puasa sekaligus penopang kesehatan tubuh.

Perdebatan ini bermula dari unggahan seorang pengguna TikTok yang mempertanyakan relevansi sahur dengan jam biologis tubuh. Dalam video yang diunggah Minggu 22 Februari 2026, seorang perempuan menyatakan sahur membuat waktu tidur berkurang dan tubuh terasa lemas di siang hari, “Jadi sahur menurut kita itu agak sedikit ganggu jam tidur kita,” ujar perempuan dalam video tersebut.

Seiring ramainya kritik, pemilik akun kemudian menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan yang telanjur beredar luas dan memicu polemik.

Ilustrasi makan sahur bersama keluarga (Foto: pngtree)

Dari sisi keagamaan, laman resmi Majelis Ulama Indonesia atau MUI menjelaskan sahur merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah. Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI dr. Bayu Wahyudi menegaskan sahur justru melindungi orang berpuasa dari berbagai gangguan kesehatan, “Selain bernilai sunnah, sahur mencegah masalah kesehatan selama puasa,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, orang yang melewatkan sahur berisiko mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah yang memicu lemas dan tidak bertenaga. Ia juga menyebut penurunan energi dan konsentrasi sebagai dampak lain yang dapat mengganggu kualitas ibadah dan aktivitas harian, “Kondisi ini membuat puasa tidak optimal,” ucapnya.

Masalah lain yang sering luput dibahas adalah dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan sebelum berpuasa. Bayu mengingatkan sahur tidak boleh dilakukan sembarangan. Ia menganjurkan makanan berprotein seperti telur, ayam, atau ikan karena memberi energi lebih tahan lama, “Makanan ini membantu tubuh tetap bertenaga saat puasa,” ujarnya.

Selain protein, ia menyarankan lemak sehat dari alpukat dan kacang-kacangan serta serat dari oatmeal, sayur, dan buah untuk memperlambat pencernaan. Sementara itu, gorengan dan makanan tinggi gula sebaiknya dihindari karena memperlambat metabolisme dan memicu rasa lapar lebih cepat, “Lonjakan insulin justru membuat cepat lemas,” kata Bayu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....