Pedagang Musiman Timun Suri Raup Untung saat Ramadhan

  • 24 Feb 2026 14:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Saat Ramadhan tiba, buah timun suri seringkali dicari untuk berbuka puasa. Buah musiman ini menjadi primadona saat Ramadhan. Teksturanya yang lembut membuat dan rasanya yang manis cocok diolah menjadi es buah yang menyegarkan.

Ramadhan menjadi berkah untuk para pedagang yang menjual timun suri. Di sejumlah pasar tradisional, pedagang mulai ramai menjajakan timun suri sejak awal Ramadan. Permintaan biasanya meningkat pada pekan pertama hingga menjelang Idulfitri.

Dilansir dari laman resmi media beritajakarta.id pada Selasa, 24 Febuari 2026 Pedagang timun suri di pasar induk ramai pembeli selama bulan Ramadhan. Omset pedagang timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur setiap harinya terus meningkat dan mendapatkan keuntungan berlipat.

Salah seorang pedagang, Mara (50) mengatakan, sudah hampir enam tahun berjualan timun suri setiap bulan Ramadan. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar tiga hingga empat ton timun suri.

"Alhamdulillah, penjualannya sangat bagus karena pembeli selalu ramai setiap hari," ujarnya, Senin 23 Februari 2026.

Mora, pedagang timun suri, menjelaskan, timun suri yang Ia jual dipasok langsung dari wilayah pandeglang, Banten. Timun suri tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 perkilogram tergantung dengan ukuran dan kualitas dari timun suri tersbeut.

"Kalau cuaca sedang cerah atau panas, biasanya penjualan juga semakin meningkat karena timun suri biasa dibuat menjadi es atau minuman segar," terangnya.

Menurut Mora, berjualan timun suri saat bulan Ramadhan menjadi pilihan yang tepat karena minat pembeli meningkat setiap harinya. Namun, diluar bulan Ramadhan, Mora sehari-harinya menjual sayur-mayur di Pasar Induk Kramat Jati. Ia juga mengatakan aktivitas jualan sayur mayur dihentikan sementara sampai Ramadhan selesai.

Sementara itu, seorang pembeli Fahira (52) menuturkan, setiap harinya Ia rutin membeli timun suri di Pasar Induk Kramat Jati untuk ia jual Kembali di Pasar Lontar, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Tantung Priuk, Jakarta Utara.

"Setiap hari saya berbelanja di sini karena harganya relatif murah untuk dijual kembali. Saya biasa jual lagi Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu. Alhamdulillah, masih bisa dapat untung," tandasnya.

Selain meningkatkan pendapatan pedagang buah, tingginya penjualan timun suri juga berdampak positif bagi petani dan distributor. Rantai distribusi yang lancar selama Ramadan membuat perputaran ekonomi musiman ini semakin terasa.

(Trisna Mutia Tihara – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....