Puasa Ramadan Bentuk Ketakwaan Sejati

  • 20 Feb 2026 11:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta –Ramadan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriah. Ia adalah momen spiritual yang harus disambut dengan cinta, niat yang lurus, dan harapan akan ampunan Allah SWT. Pesan itu disampaikan KH. Nurhayyin Muhdlor dalam dialog Syiar Ramadan Pro 1 RRI Jakarta, Kamis 19 Februari 2026..

Wakil Kepala Bidang Diklat Masjid Istiqlal tersebut menegaskan bahwa puasa adalah ibadah paling istimewa. Berbeda dengan salat atau zakat yang tampak secara lahiriah, puasa bersifat personal. “Puasa itu spesial, karena hanya Allah dan hamba-Nya yang mengetahui,” ujarnya, mengutip hadis qudsi tentang pahala puasa yang langsung diberikan oleh Allah SWT.

Menurutnya, justru karena tersembunyi, puasa melatih kejujuran dan keikhlasan. Tujuan akhirnya adalah membentuk ketakwaan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Takwa, kata dia, menjadi barometer keberhasilan Ramadan.

Ia juga mengingatkan bahwa ibadah seharusnya berdampak pada perubahan perilaku. Jika tidak ada transformasi moral dan akhlak, maka esensi Ramadan belum tercapai.

Nurhayyin mengajak umat menyambut Ramadan seperti menyambut tamu agung: membersihkan hati, memperbaiki diri, dan menjadikannya momentum pendidikan keluarga. Dengan niat yang lurus, Ramadan diharapkan melahirkan pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....