Masjid Istiqlal Usung Tema Ramadan Hijau, Berangkat dari Ekoteologi
- 19 Feb 2026 12:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ramadan telah tiba dan Masjid Istiqlal mengusung tema Ramadan Hijau dalam menyemarakkan kegiatan ibadah di bulan suci ini. Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan arti di balik tema tersebut.
Dalam konferensi pers di ruang Al Malik, Masjid Istiqlal Jakarta, pada Rabu 18 Februari 2026, Nasaruddin menjelaskan latar belakang gagasan tersebut berangkat dari konsep ekoteologi. Pendekatan ini diambil untuk menjawab sikap manusia yang sering lebih angkuh dibanding penciptanya.
"Tuhan itu kan lebih menonjol sebagai feminine god, nurture, dalam arti lembut, mendidik, mengasuh, membina. Nabi pun lebih menonjol sebagai jamaliyah [keindahan], begitu juga kitab sucinya penuh kelembutan. Tapi yang jadi masalah kok umatnya ini menjadi hamba yang super maskulin," kata Nasaruddin.
| Baca juga: Integrasi Tiga Nilai Utama dalam Ramadan |
Nasaruddin menjelaskan, tujuan tema adalah adalah mengembalikan fungsi agama yang melembutkan hati serta menumbuhkan kecintaan terhadap alam semesta. Ia ingin masjid menjadi episentrum gerakan tersebut.
"Tujuan agama sesungguhnya itu melembutkan, mencerahkan. Dan masjid itu harus [menjadi tempat] yang melembutkan hati seseorang," ujar Nasaruddin.
Nasaruddin mengharapkan, tema ini mampu menggerakkan hati umat untuk mengubah cara pandang terhadap alam yang selama ini cenderung diperlakukan sebagai objek eksploitasi. Cara manusia berinteraksi dengan alam juga mencerminkan keimanan seorang hamba dihadapan Tuhannya.
"Fungsi agama sesungguhnya adalah bagaimana mengajak masyarakat itu untuk mencintai alam semesta, karena tidak mungkin kita bisa menjadi hamba tanpa alam yang sehat. Tidak mungkin bisa menjadi khalifah yang baik tanpa alam yang sehat juga,” kata Nasaruddin.
Perserikatan Bangsa-Bangsa pernah menyebut dunia tengah menghadapi krisis tiga planet, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Boleh jadi, penghayatan tema Ramadan Hijau yang dijelaskan Nasaruddin Umar dapat menyelesaikan persoalan krisis itu.
“InshaAllah kalau ini terwujud, itu dahsyat itu. Saya kira kita akan menyaksikan sesuatu pemandangan dunia yang sangat bagus,” ujar Nasaruddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....