Makna Marhaban Ya Ramadhan 2026

  • 17 Feb 2026 13:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Suasana pagi di Pro 1 RRI Jakarta terasa lebih hangat saat membahas datangnya bulan suci. Ramadhan memang selalu membawa rasa haru dan harapan baru bagi umat Muslim.

Dalam program Mutiara Pagi, Selasa 17 Februari 2026, Dr. H. Mulawarman Hannase, Lc., MA.Hum berbagi pandangannya tentang makna “Marhaban Ya Ramadhan”. Ia menyebut, ucapan itu bukan sekadar tradisi tahunan.

“Marhaban Ya Ramadhan itu tanda kita menyambut tamu istimewa,” ujarnya ringan. Ramadhan, menurutnya, adalah bulan pembinaan diri yang selalu dinanti.

Ia mengajak pendengar untuk tidak hanya sibuk mempersiapkan hal-hal teknis. Yang lebih penting adalah menata hati sebelum memasuki bulan suci.

Ramadhan, lanjutnya, adalah momentum untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk kehidupan. Di bulan ini, umat Islam diajak kembali fokus pada hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Puasa itu bukan cuma menahan lapar, tapi melatih kesabaran dan empati,” katanya. Nilai inilah yang diharapkan tetap terbawa setelah Ramadhan berlalu.

Obrolan pagi itu terasa cair dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dr. Mulawarman mengingatkan agar Ramadhan tidak hanya semangat di awal, tetapi konsisten hingga akhir.

Ia juga mengajak pendengar menjadikan Ramadhan 2026 sebagai titik awal perubahan. “Kalau setiap Ramadhan kita naik satu tingkat, itu sudah luar biasa,” tutupnya.

Program Mutiara Pagi yang dipandu Farid Kurniawan ini kembali menghadirkan ruang refleksi yang hangat bagi pendengar. Menyambut Ramadhan pun terasa lebih bermakna saat disiapkan dengan hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....