Tradisi Banjar Sambut Ramadan
- 10 Feb 2026 22:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan menjaga tradisi menyambut Ramadan yang tinggal menghitung mundur ini sebagai jalan membersihkan diri lahir dan batin. Praktik ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan simbol penyucian diri yang diwariskan turun-temurun.
Selain tradisi bersih-bersih rumah dan lingkungan, ziarah kubur tetap menempati posisi penting dalam rangkaian tersebut sebagai pengingat hubungan manusia dengan leluhur dan kehidupan akhirat. Warga memaknai momen itu sebagai ruang refleksi sebelum memasuki bulan ibadah.
Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas PGRI Kalimantan, Erni Susilawati dalam wawancara radio 92,8 Pro4 RRI Jakarta, bilan makna tradisi ini bagi identitas lokal. “Masyarakat Banjar memaknai Ramadan sebagai waktu untuk membersihkan diri, baik secara fisik maupun spiritual, sehingga tradisi bersih-bersih kampung masih terus dijalankan,” ujar Erni, Selasa, 10 Februari 2026.
Tradisi selamatan dan berbagi makanan khas Banjar mempererat hubungan sosial antarwarga menjelang Ramadan. Aktivitas yang berpusat di rumah, langgar, dan masjid menampilkan wajah gotong royong sebagai fondasi kehidupan sosial Kalimantan Selatan.
Erni menilai nilai kebersamaan dalam tradisi lokal menjadi sarana penguatan ajaran Islam yang kontekstual. “Warisan budaya ini adalah sarana penguatan nilai keislaman yang penting diwariskan kepada generasi mendatang,” ucapnya.
Pemerintah melalui Kementerian Agama menyiapkan sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang itu memadukan data hisab dan hasil rukyatulhilal yang digelar di 96 lokasi di Indonesia sebagai dasar keputusan bersama umat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan kolektif. “Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujar Abu Rokhmad dilansir laman resmi Bimas Islam Kementerian Agama yang kami akses pada Rabu, 11 Februari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....