Winger Argentina Gianluca Prestianni Terancam Absen di Piala Dunia 2026
- 07 Mei 2026 17:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kabar buruk menimpa Timnas Argentina, menjelang persiapan mereka untuk mempertahankan gelar di Piala Dunia 2026. Winger muda berbakat milik Benfica, Gianluca Prestianni, terancam tidak dapat memperkuat tim Tango di laga awal turnamen bergengsi tersebut, setelah FIFA resmi memperluas hukuman disiplinnya ke tingkat internasional.
Keputusan ini diambil setelah Komite Disiplin FIFA mengabulkan permintaan UEFA untuk menerapkan sanksi yang sebelumnya hanya berlaku di kompetisi Eropa, menjadi berlaku secara global. Prestianni dijatuhi hukuman enam pertandingan, karena perilaku homofobik yang dilaporkan oleh UEFA kepada FIFA.
“Sesuai pasal 70 Kode Disiplin FIFA, komite disiplin FIFA memutuskan untuk memperluas hukuman larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni agar berlaku secara global,” kata juru bicara FIFA yang dikutip AFP, dikutip dari Antara.
Dengan status sanksi global ini, hukuman tidak lagi terbatas pada laga antarklub di bawah naungan UEFA, melainkan juga mencakup pertandingan kompetitif bersama Timnas Argentina.
Jika pelatih Lionel Scaloni memutuskan untuk memanggil pemain berusia 20 tahun tersebut ke dalam skuad Piala Dunia 2026, Prestianni dipastikan akan melewatkan dua pertandingan fase grup pertama.
Meski demikian, Prestianni dilaporkan masih diizinkan untuk tampil dalam laga uji coba atau pertandingan persahabatan, karena sanksi ini hanya berlaku untuk pertandingan resmi (kompetitif).
Kontroversi yang menjerat mantan pemain Vélez Sarsfield ini bermula dari laga panas Liga Champions antara Benfica melawan Real Madrid, pada 17 Februari 2026 lalu. Dalam laga tersebut, bintang Real Madrid, Vinícius Junior, mengaku menjadi korban pelecehan.
Wasit François Letexier sempat menghentikan pertandingan selama beberapa menit sesuai dengan protokol anti diskriminasi. Awalnya isu utama yang mengemuka adalah dugaan rasisme, namun investigasi UEFA kemudian menyimpulkan bahwa Prestianni bersalah atas perilaku homofobik (bukan rasial).
Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi karier Prestianni yang sedang menanjak di Portugal bersama Benfica. Selain harus berjuang membersihkan nama dari tudingan negatif, Ia kini harus berpacu dengan waktu dan situasi disiplin agar tetap bisa berkontribusi bagi negaranya di panggung dunia.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras dari FIFA bahwa segala bentuk tindakan diskriminasi, baik rasial maupun homofobia, tidak memiliki tempat di dunia sepak bola dan akan dijatuhi sanksi berat tanpa terkecuali.
(Argia Putri Ferdiansyah – Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....