Lody Natasha Raih Podium di TRRC, Perkuat Persiapan menuju AXCR 2026
- 28 Apr 2026 07:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pembalap rally wanita Indonesia, Lody Francis Natasha, kembali menunjukkan prestasinya di kancah motorsport Asia, Thailand Rally Raid Championship (TRRC) 2026 Round 1. Adapun ajang itu berlangsung pada 25–26 April 2026 di Chachoengsao, Thailand.
Bersama co-driver dari Thailand, Nada Simarak, Lody berhasil meraih posisi ke-3 di kelas T2.1 serta menjadi satu-satunya tim wanita yang berpartisipasi di ajang ini. Hal ini menjadi sebuah pencapaian di tengah persaingan ketat yang didominasi oleh pembalap rally raid berpengalaman.
Rally yang berlangsung selama dua hari ini mencakup sekitar 150 kilometer special stage, dimulai dengan stage pendek namun teknis sejauh 8,85 km (SS1). Kemudian, dilanjutkan dengan stage yang lebih panjang dan menantang sejauh 133,47 km (SS2). Meski jaraknya relatif lebih singkat, ajang ini dikenal sebagai salah satu medan pembuktian paling kompetitif di kawasan, dengan banyak peserta yang juga merupakan kompetitor rutin di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026.
“TRRC ini diikuti oleh tim-tim inti dengan jam terbang tinggi, terutama dari Thailand yang rutin berkompetisi sepanjang tahun. Sementara saya hanya turun setahun sekali, jadi ini menjadi tantangan tersendiri,” ujar Lody.
“Walaupun jaraknya sekitar 133 kilometer, bagi saya ini termasuk rally yang pendek, sehingga waktu sangat terbatas. Kalau performa kurang baik atau ada kendala, tidak ada kesempatan untuk memperbaiki di hari berikutnya,” katanya, menambahkan.
Partisipasi Lody dalam TRRC merupakan bagian penting dari strategi persiapannya menuju AXCR, yang dikenal sebagai ajang rally lintas alam terbesar dan paling bergengsi di Asia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1996, AXCR telah melintasi berbagai negara, seperti Thailand, Malaysia, Laos, Vietnam, Kamboja, dan China, serta berada di bawah naungan resmi Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), badan dunia yang juga menaungi Formula 1, World Rally Championship (WRC), dan Dakar Rally.
Sebagai ajang yang dirancang untuk menguji ketahanan, AXCR menghadirkan tantangan lintasan ekstrem dan beragam. Mulai dari jalan pegunungan, hutan lebat, penyeberangan sungai, area perkebunan, hingga jalur pantai. Tidak hanya kecepatan, rally ini juga menuntut presisi navigasi, ketahanan fisik, serta kekuatan mental yang tinggi.
AXCR edisi tahun 2026 menandai penyelenggaraan ke-31, yang akan menempuh jarak sekitar 2.000 kilometer dari Pattaya hingga Phitsanulok. Meskipun diselenggarakan sepenuhnya di Thailand, namun ajang ini tetap mempertahankan standar kompetisi internasional.
“Sebagai bagian dari Komisi Women in Motorsport IMI, saya juga berharap perjalanan ini bisa membuka lebih banyak peluang bagi perempuan di dunia motorsport. Setiap balapan bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga membuktikan bahwa kami bisa berada dan berprestasi di level tertinggi,” ucap Lody.
Perjalanannya di AXCR mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap dunia motorsport. Sejak pertama kali berpartisipasi pada tahun 2017 sebagai salah satu pembalap wanita Indonesia pertama, Lody telah menjalani berbagai peran dalam tim rally. Mulai dari co-driver, hingga team manager, sebelum akhirnya kembali sebagai driver pada tahun 2023 dengan formasi tim all-women. Sebagai privateer independen yang bersaing dengan tim pabrikan, Lody menghadirkan kombinasi langka antara pengalaman teknis dan ketangguhan.
Pada AXCR 2025, Lody mencatatkan hasil posisi ke-11 di kelas T1D (Diesel) dari 26 peserta dan posisi ke-19 overall dari 44 peserta. Ia juga menjadi tim wanita dengan performa terbaik di kategorinya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Lody juga merepresentasikan gerakan yang lebih luas dalam dunia motorsport. Di tengah dominasi pembalap pria, kehadirannya menegaskan semakin besarnya peran perempuan dalam rally raid di tingkat internasional.
Sebagai atlet Indonesia yang berlaga di panggung internasional, Lody tidak hanya membawa kredibilitas performa, tetapi juga nilai storytelling yang kuat, menggabungkan representasi nasional, pemberdayaan perempuan, dan semangat endurance sport. Perjalanannya sebagai privateer yang dibangun atas disiplin dan presisi di kondisi ekstrem terus menarik perhatian, baik dari komunitas motorsport maupun audiens yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....