Inaspro: Kejurnas OnePrix, Bukan Sekedar Adu Balap

  • 23 Mei 2025 16:43 WIB
  •  Jakarta

Inaspro: Kejurnas OnePrix, Bukan Sekedar Adu Balapan

KBRN, Jakarta: Bagi para pembalap muda Tanah Air, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) OnePrix bukan cuma ajang adu kecepatan. Lebih dari itu, ini adalah panggung awal untuk meniti karier sebagai atlet nasional. Tahun ini, OnePrix 2025 mendapat angin segar lewat dukungan resmi dari Inaspro—lembaga di bawah Kemenpora yang fokus membina olahraga prestasi. Kehadiran negara lewat Inaspro jadi tanda bahwa pembinaan atlet muda memang sedang dipikirkan serius, bukan cuma slogan semata.

"Inaspro melihat potensi jangka panjang dari OnePrix ini sangat potensial untuk pembibitan serta regenerasi atlet balap nasional," ujar Ferry Kono, Direktur Inaspro. Menurutnya, dukungan terhadap Kejurnas merupakan bagian dari upaya negara membangun sistem pembinaan yang menyeluruh dan terbuka bagi semua atlet muda. "Itu yang menjadi alasan kami untuk turun langsung—karena ini bagian dari keolahragaan nasional," tambahnya.

Lebih jauh, Ferry juga menegaskan pentingnya negara hadir di tahap awal karier atlet. “Negara tak boleh absen di fase awal pembentukan atlet. Inaspro hadir untuk menjamin bahwa siapa pun yang punya bakat dan kemauan, punya jalur resmi untuk membuktikan diri. OnePrix adalah salah satunya,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan semangat pembinaan jangka panjang yang tidak bergantung pada klub atau daerah tertentu saja.

Sebagai ajang resmi Kejurnas, OnePrix menjalankan fungsi verifikasi prestasi, penjenjangan peringkat, hingga pengawasan teknik secara nasional. Dasarnya tidak hanya administratif, tetapi juga legal melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Keberadaan sistem ini memastikan bahwa pembalap muda memiliki jalur yang diakui dan terukur menuju tingkat yang lebih tinggi.

OnePrix 2025 akan digelar dalam empat seri di Sentul, Sidrap, Tasikmalaya, dan Surabaya. Penyelenggaraan di berbagai daerah ini mencerminkan pemerataan akses serta mendukung pencarian bakat baru dari berbagai wilayah. Ajang ini juga memberi ruang bagi pembalap muda untuk berkompetisi di bawah pengawasan resmi, bukan sekadar di tingkat komunitas. Dengan sistem yang terdokumentasi dan terstandar, setiap hasil yang dicapai menjadi bagian dari rekam jejak nasional. Hal ini penting untuk memastikan setiap langkah karier atlet tercatat dan bisa ditindaklanjuti oleh federasi terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....