Ribuan Pesilat PSHT Lakukan Aksi Longmarch
- 25 Agt 2024 14:21 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Ribuan pendekar silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melakukan aksi longmarch dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan kembali ke Monas, Minggu (25/8/2024). Aksi ini dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dan memperingati berdirinya PSHT ke-103.
Setelah dilepas oleh Ketua Umum PSHT, sekitar 2.000 pesilat dari wilayah Jabodetabek ini melakukan aksi longmarch sepanjang sekitar 6 kilometer menyusuri Jalan MH Thamrin. Saat melakukan longmarch di sela-sela Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor ini, mereka mengusung bendera merah putih sepanjang 50 meter.
Mereka juga membawa ratusan bendera merah putih dan bendera PSHT yang dipasang di toya atau tongkat. Sepanjang jalan mereka menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan mars PSHT.
Usai Kembali ke Monas, mereka menampilkan atraksi seni bela diri, baik bela diri tangan kosong, maupun menggunakan senjata tajam jenis golok, celurit dan toya. Kegiatan juga dimeriahkan dengan panggung hiburan.
Cinta Margareta pelajar kelas enam sekolah dasar yang juga siswa PSHT dari cabang Jakarta Pusat, tampil di atas panggung yang dipasang di sisi Selatan Monas, dengan menyanyikan lagu berjudul "Mekarlah bunga terateku". Seluruh peserta langsung joget bersama mengikuti alunan irama musik.
Kemudian, atraksi seni bela diri yang ditampilkan sejumlah pesilat muda dari Cabang Jakarta Pusat juga mengundang decak kagum. Mereka menunjukkan kebolehannya dalam seni bela diri tangan kosong maupun menggunakan senjata tajam.
Demikian halnya seni bela diri yang ditampilkan pesilat lanjut usia dari sanggar Seni Bharata, Senen, Jakarta Pusat ini juga mengundang gelak tawa lantaran aksi mereka diwarnai dengan dagelan.
Ketua Umum PSHT, Mohammat Taufik mengatakan, kegiatan long march ini memang dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, sekaligus memperingati berdirinya PSHT ke-103.
Sejak tahun 1922 silam, PSHT telah giat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu pada kesempatan ini pihaknya terus membangun komitmen untuk meneruskan perjuangan Eyang Hardjo Utomo sebagai pahlawan perintis Kemerdekaan sekaligus pendiri PSHT.
"Dalam kegiatan ini kami mengadakan longmarch, senam masal dan seni bela diri yang dilakukan oleh anak-anak siswa PSHT. Semoga melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat baru bagi PSHT untuk mewujudkan Indonesia maju," kata Taufik melalui keterangan tertulis.
Menurutnya, kegiatan diikuti oleh sekitar 2.000 pesilat PSHT dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Jarak tempuh longmarch sekitar 6 kilometer, dari Monas Selatan menuju Bundaran HI dan kembali ke Monas.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap para anggota PSHT dimanapun berada, khususnya di seluruh Indonesia, agar selalu menjaga kerukunan, ketentraman dan membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang mandiri," ucap Taufik.
Pesan ini tentunya juga pernah disampaikan Eyang Hardjo Utomo, semasa hidupnya kepada seluruh warga PSHT. Agar PSHT terus berpartisipasi aktif dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, mewujudkan Indonesia Maju, Adil, dan Sejahtera.
Sementara, untuk persiapan PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara, PSHT DKI Jakarta akan mengirim sembilan atlet silat terbaiknya. Ia optimis seluruhnya akan mendulang medali emas karena sudah berpengalaman tanding di ajang kejuaraan silat tingkat nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....