Tujuh Atlet Soft Tennis Indonesia Siap Buru Medali Asian Games 2026
- 09 Sep 2026 10:41 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Tujuh atlet Tim Nasional Soft Tennis Indonesia siap berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan target meraih satu medali perak dan dua medali perunggu
- Indonesia mengandalkan sektor beregu putra dan ganda campuran sebagai peluang meraih medali, setelah menjalani pemusatan latihan nasional serta uji coba internasional di Korea Selatan.
- Tim dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Selasa, 15 September 2026, dengan membawa misi meraih prestasi sekaligus menjaga nama baik Indonesia di ajang olahraga Asia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tujuh atlet Tim Nasional Soft Tennis Indonesia siap memburu medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dengan membawa target satu medali perak dan dua medali perunggu. Target tersebut menjadi bagian dari persiapan Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia atau (PP Pesti) setelah para atlet menjalani pemusatan latihan nasional dan sejumlah uji coba internasional.
Tujuh atlet tersebut terdiri dari lima putra dan dua putri, yakni Tio Juliando Hutahuruk, Fernando Sanger, Rizky Zammy, Bagus Angga Boedy P, Reza Pahlefi, Siti Nur Arasy dan Allif Nafiiah. Mereka dijadwalkan bertolak menuju Jepang pada Selasa, 15 September 2026 untuk menjalani persiapan akhir sebelum pertandingan Asian Games dimulai.
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sendiri akan resmi dibuka pada 19 September dan berlangsung hingga 4 Oktober 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia, Irjen Polisi Awal Chairuddin, mengatakan target medali yang ditetapkan bukan batas akhir pencapaian tim. Ia meminta para atlet tetap berusaha maksimal karena peluang untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi tetap terbuka dalam pertandingan.
“Secara target kita menyiapkan satu medali perak dan dua medali perunggu. Tetapi namanya pertandingan olahraga, segala kemungkinan bisa terjadi. Tidak menutup kemungkinan hasilnya lebih dari target yang sudah kita tetapkan,” kata Awal saat melepas Tim Nasional Soft Tennis Indonesia di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 8 September 2026.
Awal juga mengingatkan para atlet untuk menjaga empat aspek utama selama menghadapi persaingan di Asian Games, yakni fisik, teknik, mental dan sportivitas. Menurutnya, keempat aspek tersebut harus berjalan beriringan agar atlet mampu tampil optimal sekaligus menjaga nama baik Indonesia.
“Fisik, teknik, mental dan sportivitas harus terus dijaga. Empat hal ini harus berjalan bersama. Karena itu, saya minta seluruh atlet tetap fokus, percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik,” ujar Awal.
Manajer Tim Nasional Soft Tennis Indonesia, Ferly Montolalu, mengatakan sektor beregu putra dan ganda campuran menjadi salah satu peluang Indonesia untuk mendapatkan medali. Namun, ia mengakui persaingan di tingkat Asia cukup ketat karena Jepang, Korea Selatan dan China Taipei memiliki kekuatan yang baik di cabang olahraga tersebut.
“Target kita tetap dua medali, khususnya dari beregu putra dan ganda campuran. Kami menyadari persaingan di Asia sangat ketat karena Jepang, Korea Selatan dan China Taipei memiliki kekuatan yang sangat baik,” ujar Ferly.
Untuk menghadapi persaingan tersebut, Tim Nasional Soft Tennis Indonesia telah menjalani program pemusatan latihan nasional dengan intensitas tinggi. Para atlet menjalani latihan dua kali sehari, pagi dan sore, sementara waktu pemulihan lebih difokuskan pada akhir pekan.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia, Buyung Wijaya Kusuma, mengatakan uji coba internasional menjadi bagian penting dalam mematangkan kesiapan atlet. Tim telah menjalani pertandingan uji coba di Incheon dan Suncheon, Korea Selatan, untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Uji coba internasional penting untuk membangun rasa percaya diri atlet. Dari sana kami bisa melihat sejauh mana kesiapan mereka, termasuk bagaimana mereka menghadapi tekanan dan karakter permainan lawan sebelum tampil di pertandingan sesungguhnya,” kata Buyung.
Selain persiapan fisik dan teknik, komposisi atlet juga masih terus dievaluasi oleh tim pelatih. Ferly mengatakan persaingan di dalam pemusatan latihan nasional sengaja dijaga agar setiap atlet memiliki motivasi untuk menunjukkan perkembangan dan performa terbaik.
“Komposisi atlet masih terus kami evaluasi. Tiga bulan pertama menjadi periode penting untuk melihat perkembangan masing-masing pemain. Kami ingin memastikan atlet yang nantinya tampil benar-benar mereka yang paling siap dan mampu memenuhi standar performa,” kata Ferly menjelaskan.
Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia juga menyiapkan pembinaan jangka panjang untuk memperluas sebaran atlet potensial di Indonesia. Saat ini, sebagian besar atlet nasional masih berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur.
Awal mengatakan pemerataan pembinaan diperlukan agar lebih banyak provinsi mampu menghasilkan atlet yang bersaing di tingkat nasional dan internasional. Ia berharap ke depan setiap provinsi setidaknya memiliki satu atau dua atlet yang mampu masuk dalam persaingan nasional.
“Kita ingin ke depan ada minimal satu atau dua atlet dari setiap provinsi yang mampu berjuang di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Awal.
Daftar Atlet Timnas Soft Tennis Indonesia Asian Games 2026
Putra:
- Tio Juliando Hutahuruk – Jawa Barat
- Fernando Sanger – Jawa Barat
- Rizky Zammy – Kalimantan Timur
- Bagus Angga Boedy P – DKI Jakarta
- Reza Pahlefi – Jawa Tengah
Putri:
- Siti Nur Arasy – DKI Jakarta
- Allif Nafiiah – Jawa Tengah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....