PP Pelti Siapkan Generasi Tenis Nasional menuju PON NTB-NTT 2028

  • 03 Agt 2026 17:51 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Indonesia (PP Pelti) resmi membuka Liga Tenis Indonesia 2026 di Lapangan Tenis Bojana Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 3 Agustus 2026.

Pembukaan Kompetisi dihadiiri pula oleh H. Anton Sukartono Suratto, Wakil Ketua Umum PP PELTI dan digelar dalam lima seri. Event ini menjadi langkah strategis PP Pelti untuk memperbanyak jam bertanding atlet senior sekaligus menjadi dasar penentuan peringkat nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekitar 100 petenis dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian pada seri pembuka. Mereka berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua hingga wilayah lainnya, menandakan tingginya antusiasme atlet terhadap kompetisi yang kini menjadi kalender resmi pembinaan nasional.

Liga Tenis Indonesia 2026 akan berlangsung dalam lima seri, yakni Seri I pada 3–9 Agustus, Seri II pada 12–17 Oktober, Seri III pada 9–14 November, Seri IV pada 20–26 Desember, serta ditutup dengan Seri Master pada 27 Desember 2026. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp250 juta, ditambah program beasiswa untuk mengikuti turnamen internasional level ITF.

Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar Asti, menjelaskan bahwa liga ini merupakan kelanjutan dari program Liga Master Pro Tennis yang telah diluncurkan sebelumnya. Menurutnya, fokus utama PP Pelti bukan sekadar menghadirkan hadiah, melainkan menciptakan kompetisi yang berkesinambungan agar para atlet memiliki kesempatan bertanding secara rutin sepanjang tahun.

"Liga Tenis Indonesia kami hadirkan sebagai wadah pembinaan berkelanjutan bagi atlet senior. Kami ingin mereka tidak kehilangan atmosfer kompetisi setelah lulus dari kelompok junior. Dengan lima seri yang digelar sepanjang tahun, kami dapat melihat konsistensi performa setiap pemain, bukan hanya hasil dari satu turnamen. Sistem ini akan menjadi pijakan penting dalam menentukan peringkat nasional sekaligus bahan evaluasi menuju PON 2028 di NTB dan NTT," ujar Andi Fajar Asti.

Ia menambahkan, seluruh hasil pertandingan dalam lima seri tersebut akan menghasilkan poin peringkat nasional yang menjadi acuan penting dalam proses penentuan unggulan maupun persiapan babak kualifikasi PON.

"Penentuan peringkat menuju PON tidak bisa hanya didasarkan pada satu kejuaraan. Karena itu kami menggunakan format liga agar kemampuan atlet dapat dipantau secara menyeluruh. Semakin konsisten seorang pemain tampil di setiap seri, semakin objektif pula penilaian terhadap kualitasnya. Peringkat inilah yang nantinya menjadi referensi penting dalam persiapan menuju PON 2028," katanya.

Menurut Andi, pemusatan kompetisi di Jakarta juga merupakan bagian dari strategi untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan atlet, khususnya transportasi dan akomodasi. Dengan demikian, lebih banyak pemain dari berbagai daerah memiliki kesempatan mengikuti seluruh rangkaian seri.

Selain hadiah uang pembinaan, PP Pelti juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi atlet berprestasi untuk mengikuti turnamen internasional ITF. Program tersebut meliputi bantuan tiket perjalanan, penginapan, hingga konsumsi selama mengikuti kejuaraan.

"Yang paling kami kejar bukan semata-mata hadiah uang, tetapi kesempatan bertanding di level internasional. Banyak atlet memiliki kemampuan, tetapi terkendala biaya. Karena itu PP Pelti akan membantu mereka mengikuti turnamen ITF agar pengalaman dan peringkat internasionalnya terus meningkat," ucap Andi.

Ke depan, PP Pelti berharap Liga Tenis Indonesia dapat berkembang menjadi kompetisi yang lebih panjang dengan jumlah seri yang semakin banyak. Harapannya, kalender pertandingan nasional semakin padat sehingga mampu menjaga daya saing atlet Indonesia sekaligus memperkuat proses regenerasi menuju berbagai ajang multievent nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....