CdM Figur Sentral Keberhasilan Kontingen Indonesia

  • 16 Jan 2026 19:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta : Kontingen Indonesia menjadi runner up dalam SEA Games Thailand 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan Chef de Mission (CdM) mengorkestrasi seluruh elemen secara struktur dan berkelanjutan.

Posisi CdM menjadi figur sentral dalam memastikan seluruh proses mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi pertandingan berjalan efektif. Dalam multievent dengan kompleksitas tinggi, peran CdM tidak hanya bersifat administratif, tetapi menuntut kepemimpinan strategis, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan mengelola dinamika di lapangan.

Sebagai CdM Kontingen Indonesia, Bayu Priawan Djokosoetono bukan figur baru dalam dunia kepemimpinan organisasi. Sebagai pengusaha nasional, Ia terbiasa merancang strategi jangka menengah dan panjang, mengelola sumber daya besar serta menyatukan kepentingan berbagai pihak dalam satu tujuan bersama.

"Ini susah-susah gampang, susahnya karena saya berlatar belakang pengusaha dan olahraga adalah hal yang baru. Mudahnya, karena saya terbiasa mengelola tim kerja," ujar Bayu dalam keterangan resminya, Jum'at, 16 Januari 2026.

Di balik layar, Bayu mengoordinasikan tim CdM yang bekerja hampir tanpa jeda. Tim ini mencakup tenaga medis, fisioterapis, masseur, logistik, transportasi, akomodasi, hingga cluster manager serta tim monitoring dan evaluasi.

Bayu menyampaikan, mereka menjadi tulang punggung operasional kontingen, memastikan atlet tetap dalam kondisi prima dan setiap kendala dapat diantisipasi sejak dini.

“Banyak pekerjaan tim CdM yang tidak terlihat publik, tetapi sangat menentukan. Mulai dari tim medis yang siaga setiap hari, tim logistik yang menyiapkan kebutuhan atlet, hingga tim transportasi dan akomodasi yang bekerja hampir 24 jam. Ada pula tim monitoring dan evaluasi yang mengawasi hasil pertandingan, serta pendampingan atlet dan ofisial oleh para cluster manager,” kata Bayu.

Pengalaman Bayu di Kadin juga tercermin dalam kemampuannya membangun kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong sinergi dengan berbagai mitra pendukung, termasuk sektor swasta, guna memastikan ketersediaan sarana, prasarana, dan logistik yang memadai selama SEA Games berlangsung. Pendekatan ini menciptakan ekosistem pendukung yang kondusif bagi performa atlet.

Menurut Bayu, capaian Indonesia di SEA Games 2025 Thailand menjadi bukti bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Di balik medali yang diraih atlet, terdapat sistem kerja yang solid, perencanaan yang matang, serta kepemimpinan yang mampu menyatukan banyak elemen dalam satu arah tujuan.

SEA Games 2025 Thailand pun menegaskan bahwa peran Chef de Mission merupakan elemen krusial dalam menjembatani visi prestasi nasional dengan implementasi di lapangan—sebuah peran yang jarang mendapat sorotan, namun menentukan arah dan hasil perjuangan kontingen Indonesia di ajang multievent internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....