Ribuan Atlit, Ikuti JNPS ke-2 di GOR Ciracas

  • 28 Nov 2025 18:58 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Kejuaraan Jakarta Nasional Pencak Silat (JNPS) ke-2 kembali digelar, dan berhasil menarik antusiasme ribuan atlet muda dari berbagai daerah. Event nasional yang berlangsung di GOR Ciracas ini diikuti 2.645 peserta dari 11 provinsi, menjadikannya salah satu kompetisi pencak silat dengan partisipasi terbesar di tingkat pelajar.

Ketua Panitia JNPS ke-2, Anita, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini kembali menorehkan kesuksesan, baik dari segi jumlah peserta maupun keamanan pertandingan.

“Kami telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan atlet yang mengalami insiden atau cedera akan langsung ditangani dan dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga. Jadi aspek keselamatan menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia, menjelaskan, provinsi peserta antara lain NTB, NTT, Jambi, Sumatera Selatan (Palembang), Jawa Barat, DKI Jakarta, dan sejumlah provinsi lain yang tergabung dalam 11 provinsi peserta. Sementara kategori pertandingan, terdapat kategori tunggal, ganda, regu dengan kelas prestasi dan pemasalan.

"JNP diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda pecinta pencak silat sekaligus mendorong lahirnya bibit atlet berprestasi. Semoga Jakarta Nasional Pencak Silat menjadi penggerak prestasi. Dengan wadah ini, bibit-bibit atlet semakin melebar,” ucapnya.

Untuk penyelenggaraan internasional, ia, mengatakan pihaknya masih memfokuskan JNPS pada lingkup nasional. Tahun ini, panitia menyiapkan total hadiah Rp25 juta, dengan sistem pertandingan yang dibagi dalam enam bagan. Selain itu, ungkapnya, JNPS telah mengantongi penilaian bintang 3, menandakan event ini telah terkurasi dan memenuhi standar kejuaraan prestasi nasional.

"Peserta juga akan memperoleh sertifikat prestasi yang diakui secara resmi," ujarnya.

Wakil Ketua IPSI Jakarta Timur, Rahmadsyah, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan JNP yang digelar di wilayahnya. IPSI Jakarta Timur sangat mendukung kegiatan pencak silat prestasi.

"Yang utama adalah keselamatan atlet. Medis harus bagus dan jika terjadi hal tak terduga ada BPJS Ketenagakerjaan yang meng-cover,” ujarnya.

Ia, menekankan pentingnya kejujuran wasit dan profesionalisme panitia untuk menjaga kepercayaan orang tua serta mendorong regenerasi atlet pencak silat. Anak-anak harus mendapatkan penilaian yang adil dan jujur.

"Prestasi juga menjadi jalan penting bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi ke sekolah negeri,” katanya.

Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Olahraga Pendidikan, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Iskandar, menilai JNPS sebagai kompetisi yang konsisten membantu pembinaan olahraga pencak silat di tingkat pelajar.

“Event ini selalu ditunggu pelatih dan guru karena menjadi ruang pembinaan ekstrakurikuler dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Kompetisi diperlukan untuk pembibitan atlet. Para peserta tidak hanya memperebutkan medali, namun juga sertifikat yang dapat digunakan untuk jalur prestasi 5% menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Kemenpora melihat kejuaraan ini selaras dengan program manajemen talenta nasional untuk pencarian dan pembinaan atlet muda. Terkait harapan ke depan, Iskandar menegaskan pentingnya konsistensi penyelenggara.

“JNPS harus konsisten, regulasi dan perwasitan harus terus ditingkatkan. Baik yang juara maupun yang belum juara harus merasa senang karena penilaian yang adil,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....