Sejarah Baru Dunia Balap Sepeda Hadir di Afrika
- 17 Sep 2025 20:16 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Untuk pertama kalinya dalam sejarah 103 tahun penyelenggaraan, Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Jalan Raya UCI (UCI Road World Championships) akan digelar di Afrika. Rwanda dipercaya menjadi tuan rumah pada 21–28 September 2025, menjadikan Kigali sebagai pusat perhatian dunia olahraga internasional.
Dengan tema “Riding New Heights”, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan perayaan transformasi Rwanda sekaligus bukti budaya bersepeda yang mengakar kuat bagi masyarakat Rwanda. Jalan-jalan dan perbukitan ikonik Rwanda akan menjadi saksi persaingan pesepeda terbaik dunia, memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan Afrika kepada dunia.
Duta Besar Rwanda untuk Indonesia, H. E. Abdul Karim Harelimana, mengundang pesepeda dunia dan pelancong mancanegara untuk menikmati keindahan dan keistimewaan negaranya. “Saya mengundang semua orang, pesepeda maupun yang ingin berlibur menikmati keindahan alam seribu bukit di Rwanda, untuk datang dan saksikan Road World Championship 2025 di Kigali, ibu kota Rwanda,” kata Duta Besar Rwanda untuk Indonesia.
Bagi Rwanda, sepeda memiliki makna istimewa: dari alat transportasi sehari-hari hingga simbol kebangkitan olahraga nasional. Event ini diharapkan mendorong pengembangan olahraga, membuka lapangan kerja, meningkatkan sektor pariwisata dan investasi, serta meninggalkan warisan inspiratif bagi generasi mendatang.
Tentang UCI
Union Cycliste Internationale (UCI), berdiri sejak 1900, adalah badan pengatur balap sepeda dunia yang menaungi 197 federasi nasional, lebih dari 1.500 pesepeda professional, dan lebih dari dua miliar pengguna sepeda global. UCI mengelola delapan disiplin olahraga sepeda, yaitu: road, track, mountain bike, BMX Racing, BMX Freestyle, cyclo-cross, trials, and indoor cycling. Lima diantaranya termasuk cabang olahraga di Olimpic games, yaitu: road, track, mountain bike, BMX Racing, dan BMX Freestyle.
Kigali 2025 UCI Road World Championships akan menjadi tonggak bersejarah: Rwanda mengundang dunia untuk menyaksikan momen bersejarah di jantung Afrika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....