Tingkatkan Literasi Budaya, Fashion Filosofi Gelar Seminar I LA GALIGO
- 23 Sep 2024 18:51 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Untuk meningkatkan literasi akan budaya tanah air, Fashion Filosofi dan pengiat budaya mengelar acara seminar bertema I LA GALIGO Menolak lupa dan Fashion Show Nusantara. Kegiatan yang menghadirkan narasumber seperti Erick Sukrisna (Pengiat Budaya) ,Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pemimpin Spritual Nusantara), Dr. Syarif Andi Sahriansyah Alwi (Tokoh adat kerajaan Bone) dengan moderator Arif Hidayat berlangsung di Audiotorium Perpustakaan nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/09/2024).
Acara pertama kali dibuka oleh tarian khas suku Bugis yakni Tari Paduppa dan untuk Fashion Show menampilkan busana-busana dari Fashion Filosofi by Erick Sukrisna dan penampilan dari Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia (KPPBI) yang diketuai oleh Diajeng Dewi yang menampilkan busana dari setiap pulau yang ada di Indonesia.
Erick Sukrisna selaku ketua panitia acara sekaligus tokoh pengiat budaya mengatakan, Fashion Filosofi bukan hanya sekedar berkarya menampilkan wastra Nusantara, tetapi kita menujujung tinggi nilai budaya yang adi luhung. Tidak hanya itu, saat ini pihaknya aktif dalam pengiat budaya karena ada keterkaitan dengan manuscript kuno untuk memperkuat dari akar budaya.
"Jika kita berbicara I LA GALIGO sudah pasti ceritanya tidak akan terlepas dari suku Bugis, karena memang asal dari I LA GALIGO dari suku Bugis di Sulawesi Selatan Indonesia", ujar Erick.
Erick menjelaskan, sebelum membuat seminar ini, dirinya sudah membaca terlebih dahulu, dimana dan membutuhkan waktu kurang lebih 7 bulan membaca manuscript kuno 'I La Galigo' yang ditulis dengan bahasa Bugis kuno. Nilai-nilai yang terkandung antara lain kejujuran, kepemimpinan dan sistem pemerintahan
“I LA GALIGO merupakan sebuah kumpulan catatan dalan bentuk penggalan puisi yang bersuku kata lima yang biasa dibacakan seperti syair lagu yang disebut Ma" Sure'q,” katanya.

I LA GALIGO sudah ditetapkan sebagai memori kolektif dunia (memory of the world) karena terdapat di setiap penjuru dunia. Tercatat sampai saat ini ada 31 negara di setiap penjuru benua yang mengoleksi penggalan naskah I LA GALIGO di perpustakaan nasionalnya diantaranya, Australia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Asia di luar Indonesia salah satunya di Malaysia dan di Eropa paling lengkap Inggris, Jerman, Belanda.
Di Belanda terdapat 12 Jilid yang sudah tersusun rapi berjumlah 3000 lembar bertuliskan aksara bugis yang menggunakan bahasa bugis kuno dan setara dengan 6000 lembar folio sehingga ditetapkan oleh UNESCO pada 2011 sebagai naskah kuno terpanjang di dunia yang lebih panjang dari humerus dan mahabarata.
Erick mengucapkan rasa syukur untuk antusias peserta seminar dan penonton fashion show yang hadir dalam acara tersebut.
"Alhamdulillah acara ini peserta yang hadir banyak banget untuk target peserta seminar I La Galigo menolak lupa dan saya melihat para peserta yang hadir disini mereka yang ingin meningkatkan minat litersai budaya di Indonesia agar tercapai pemilharaan kebudayaan yang berkelanjutan,” ucapnya.
Erick mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasinya kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, penghubung daerah provinsi sulawesi selatan, Madame Ranca, PT. Citra kreasi makmur, PERWANTI, KPPBI, PT. Meganik Snowbrand Indonesia, PT Info Media Suara Kebenaran Nusantara (Cheka management) , Pronas, Tuppeware dan Dapur Cheka Gemoy.
Untuk kelanjutan acara Seminar ini, akan di adakan Fashion Show I LA GALIGO menolak lupa dan pawai perahu pinisi di Bundaran Hotel Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2024.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....