Ahli Astronomi Ungkap Awal Ramadan 2024
- 05 Mar 2024 13:36 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengungkapkan, bahwa kapan Ramadan 1445 Hijriah dimulai dapat ditentukan berdasarkan kriteria astronomi. Yakni menggunakan hisab global.
Menurutnya, pada Maghrib 10 Maret 2024, bulan belum memenuhi kriteria visibilitas hilal baru MABIMS dan kriteria Odeh di wilayah Asia Tenggara. Oleh karena itu, awal Ramadan diprediksi jatuh pada 12 Maret 2024.
Meskipun demikian, kepastian ini masih menunggu keputusan resmi dari Sidang Itsbat Kementerian Agama. MABIMS adalah singkatan dari kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura.
Thomas menegaskan, bahwa Sidang Itsbat akan menjadi penentu akhir untuk menetapkan awal Ramadan, yang dilakukan melalui rukyat di lebih dari 100 titik di Indonesia. Meskipun Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura memiliki kesepakatan kriteria awal bulan yang seragam, perbedaan geografis dan kriteria lokal dapat menyebabkan perbedaan dalam penetapan tanggal awal Ramadan.
Selain itu, Thomas juga menjelaskan bahwa negara-negara di benua Amerika, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika memiliki kemungkinan yang berbeda untuk melihat hilal pada tanggal 10 Maret 2024. Hal ini menunjukkan bahwa proses penentuan awal Ramadan melibatkan pertimbangan astronomi yang kompleks dan perbedaan dalam interpretasi hasil pengamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....