Wapres Gibran Kerahkan Dokpri untuk Bawa Pelajar Berobat ke Jakarta
- 15 Sep 2026 15:57 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung ke Karo untuk memastikan pemulihan anak-anak terdampak dugaan keracunan MBG.
- Wapres menginstruksikan dokter pribadinya tetap berada di Karo untuk memantau kondisi korban dan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait penanganan lanjutan.
- Salah satu korban telah diberangkatkan ke Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut setelah evaluasi kondisi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya pemulihan anak-anak terdampak dugaan keracunan MBG di Karo, menjadi perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Wapres mendatangi langsung korban dan keluarga, untuk memastikan pelayanan kesehatan, obat-obatan, hingga kebutuhan rujukan bagi anak yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Dalam penanganan itu, Gibran juga meminta dokter pribadinya tetap berada di Karo, untuk membantu memantau kondisi korban, dan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait kebutuhan penanganan lanjutan. Setelah kondisi korban dievaluasi, salah satu korban kemudian diberangkatkan ke Jakarta, untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Bagi Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Wahyu Ario Pratomo, langkah itu merupakan respons yang tepat. Namun, perhatian pemerintah terhadap korban, tidak boleh berakhir setelah kunjungan dilakukan.
“Kunjungan Wakil Presiden Gibran langsung ke Karo sebagai langkah yang penting dan tepat. Terutama karena kasus ini menyangkut keselamatan anak-anak, dan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Wahyu, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Wahyu, pemulihan anak harus menjadi ukuran utama dalam tindak lanjut pemerintah. Tidak hanya kondisi fisik saat menjalani perawatan, pemerintah juga perlu memperhatikan pemeriksaan lanjutan, hingga kondisi psikologis korban.
“Pemerintah perlu memastikan pemulihan tidak berhenti pada penanganan akut, tetapi mencakup pemeriksaan lanjutan, pemantauan kesehatan dan psikologis. Serta kepastian pembiayaan sampai anak benar-benar pulih, dan dapat kembali bersekolah secara normal,” katanya.
Menurut Wahyu, komitmen itu juga harus dibarengi dengan kepastian penyebab kasus. Pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap pengadaan bahan pangan, penyimpanan, proses memasak, distribusi, serta pengawasan keamanan dan higienitas makanan. Dengan demikian, penanganan tidak berhenti pada penyembuhan korban, tetapi menghasilkan perbaikan terhadap sistem MBG.
“Jadi, saya menilai kehadiran Wapres merupakan respons yang baik. Tetapi keberhasilannya baru dapat diukur, apabila kunjungan tersebut menghasilkan pemulihan korban secara tuntas, pertanggungjawaban yang jelas pada penyebab keracunan, serta perbaikan sistem MBG. Agar kejadian serupa tidak berulang,” ucap Wahyu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....