Museum Hatta-Sjahrir Sukabumi Direvitalisasi untuk Hidupkan Sejarah
- 14 Sep 2026 15:18 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Revitalisasi Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diarahkan untuk menghidupkan kembali sejarah perjuangan bangsa melalui ruang pembelajaran yang lebih relevan bagi masyarakat. Revitalisasi Museum Hatta-Sjahrir pada 2026 mencakup penataan fisik, interior, dan kuratorial untuk memperkuat penyajian sejarah kedua tokoh tersebut.
Kantor berita Antara yang kami akses pada Senin 14 September 2026 menulis pernyataan Menteri Kebudayaan atau Menbud RI, Fadli Zon, bahwa museum perlu dikembangkan menjadi ruang yang dapat mendekatkan masyarakat dengan sejarah. Menurutnya, museum harus mampu menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih hidup dan relevan bagi generasi muda.
“Museum harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat masyarakat, terutama generasi muda, dapat berdialog dengan sejarah,” kata Fadli.
Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir berada di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Tempat tersebut memiliki nilai sejarah karena menjadi lokasi pengasingan kedua tokoh tersebut setelah dipindahkan dari Banda Neira pada Februari 1942.
Melalui revitalisasi yang dilakukan pada 2026, pemerintah menyelesaikan penataan fisik, interior, dan kuratorial museum. Penataan tersebut dilakukan untuk memperkuat penyajian sejarah Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir melalui informasi yang lebih kontekstual.
Pada bagian museum yang menampilkan sejarah Mohammad Hatta, pengunjung dapat melihat lini masa perjuangannya, ruang kerja yang berisi karya tulis dan kliping koran, serta peta perjalanan pengasingan Bung Hatta. Sementara itu, bagian yang menampilkan Sutan Sjahrir dilengkapi lini masa perjuangan, gramofon lagu kesukaannya, radio pemberitaan luar negeri, serta arsip surat kabar Daulat Ra’yat.
Kementerian Kebudayaan juga mendorong transformasi museum agar dapat berfungsi sebagai ruang edukasi, literasi, penelitian, arsip, hingga ruang kreatif yang relevan dan interaktif. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan infrastruktur, digitalisasi koleksi, serta penguatan kerja sama dan kolaborasi.
Fadli berharap revitalisasi tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi museum. Ia juga berharap masyarakat dapat mempelajari dan meneladani nilai perjuangan para tokoh bangsa.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengunjungi museum ini untuk belajar dan meneladani perjuangan para pahlawan kita,” kata Fadli.
(Siti Safitri - Mahasiswa UHAMKA berkontribusi menyusun artikel ini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....