Perkuat Kompetensi SDM, Brantas Abipraya Gratiskan Sertifikasi MSDM
- 11 Sep 2026 23:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan menggratiskan Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bagi 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan menyiapkan talenta yang kompeten dan adaptif menghadapi perubahan industri.
Program yang dibuka pada Kamis, 10 September 2026 tersebut tidak hanya menyasar insan Brantas Abipraya, tetapi juga mahasiswa serta mitra perusahaan. Sebanyak 300 orang mendaftar dalam program tersebut, sebelum diseleksi menjadi 100 peserta yang berhak mengikuti sertifikasi.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), Purnomo, mengatakan sertifikasi kompetensi merupakan investasi perusahaan dalam membangun kualitas human capital, bukan sekadar memberikan pengakuan formal.
“Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, tercermin dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi dan 100 peserta terpilih untuk melanjutkan ke tahap sertifikasi. Kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” kata Purnomo, melalui keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2026.
Menurut dia, perkembangan industri konstruksi yang semakin dinamis menuntut peningkatan kompetensi di berbagai bidang, mulai dari digitalisasi, perubahan teknologi, regulasi ketenagakerjaan, hingga tata kelola perusahaan.
“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” ujarnya.
Melalui sertifikasi MSDM, peserta dibekali kompetensi di bidang pengelolaan SDM, termasuk penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan SOP, sistem remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, hingga pembelajaran dan pengembangan SDM.
Purnomo menilai peran Human Capital kini telah bergeser dari fungsi administratif menjadi mitra strategis perusahaan dalam memastikan kesiapan organisasi, kompetensi, dan sistem untuk mendukung arah bisnis.
“Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” katanya.
Pembukaan kegiatan sertifikasi dihadiri Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia RR Lieke Roosdianti, Koordinator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN Fahrudin Mutamin, serta Ketua LSP HCMI Rini.
Melalui program TJSL ini, Brantas Abipraya berharap pengembangan kompetensi dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi individu peserta, tetapi juga memperkuat ekosistem SDM yang mendukung industri konstruksi. Perusahaan juga menegaskan komitmennya membangun budaya learning dan continuous improvement agar semakin banyak talenta memiliki kompetensi yang diakui secara profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....