MARFOR-Lampung SGS 2026 Resmi Ditutup, Soliditas Empat Negara.

  • 14 Sep 2026 05:07 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Latgabma SGS 2026 MARFOR-Lampung Resmi Ditutup, Prajurit Empat Negara Perkuat Interoperabilitas
  • MARFOR-Lampung SGS 2026 Resmi Ditutup, Soliditas Prajurit Empat Negara Terjaga
  • Empat Negara Bersatu dalam Latihan, MARFOR-Lampung SGS 2026 Resmi Ditutup

RRI.CO.ID, Jakarta - Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (Latgabma SGS) 2026 sektor MARFOR-Lampung resmi ditutup di Lapangan Markas Komando Batalyon Infanteri 7 Marinir, Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat 11 September 2026.

Penutupan dipimpin Komandan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Mar Kanang Budi Raharjo, M.Tr.Hanla., CHRMP. Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian latihan yang melibatkan prajurit Korps Marinir TNI AL bersama personel militer dari tiga negara sahabat.

Empat negara yang terlibat dalam MARFOR-Lampung SGS 2026 yakni Indonesia, Amerika Serikat melalui United States Marine Corps (USMC), Jepang melalui Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF), serta Korea Selatan melalui Republic of Korea Marine Corps (ROK MC).

Rangkaian penutupan dihadiri Perwira Staf Brigif 4 Mar/BS, instansi terkait, serta perwakilan delegasi dari masing-masing negara peserta.

Kegiatan diawali dengan briefing penutupan, dilanjutkan pembacaan laporan pelaksanaan latihan oleh Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir. Penutupan kemudian ditandai dengan pelepasan tanda peserta latihan sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan MARFOR-Lampung SGS 2026.

Dalam amanatnya, Komandan Brigif 4 Mar/BS menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan unsur yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan latihan tidak terlepas dari kedisiplinan, semangat, loyalitas, serta kerja sama seluruh peserta selama berada di medan latihan.

Pelaksanaan latihan juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan bekerja bersama antarsatuan dan antarnegara. Perbedaan bahasa, budaya, maupun prosedur operasi menjadi tantangan yang dijawab melalui komunikasi, koordinasi, dan latihan bersama.

Selama rangkaian MARFOR-Lampung SGS 2026, prajurit dari empat negara berkesempatan menguji kemampuan, bertukar pengalaman, serta memahami prosedur dan taktik masing-masing unsur.

Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun interoperabilitas, sekaligus memperkuat kepercayaan dan hubungan antarprajurit negara peserta.

Berakhirnya latihan bukan berarti berakhirnya semangat kerja sama. Justru, pengalaman yang diperoleh selama MARFOR-Lampung SGS 2026 menjadi modal untuk memperkuat kemitraan pertahanan dan persahabatan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Semangat Together We Train, Strength Through Partnership pun menjadi pesan utama dari rangkaian latihan, bahwa kekuatan kerja sama dibangun melalui latihan, komunikasi, kepercayaan, dan pengalaman bersama di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....