Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja Bahas AI dan Transfer Teknologi
- 23 Agt 2026 12:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dikabarkan tengah menyiapkan Working Level Group untuk membahas kerja sama pengembangan kecerdasan artifisial (AI) dan transfer teknologi.
Berdasarkan siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026, kelompok kerja tersebut juga akan mempertemukan ekosistem industri kedua negara agar kerja sama teknologi dapat diarahkan pada agenda yang lebih konkret.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan pembentukan kelompok kerja itu merupakan tindak lanjut pembahasan kerja sama sektoral Indonesia dan RRT. "Antara sektoral sendiri tadi sudah dibicarakan akan ada istilahnya Working Level Group," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kelompok kerja tersebut akan mempertemukan kementerian dengan sejumlah counterpart di RRT, dan melibatkan ekosistem industri dari kedua negara. "Misalkan di Komdigi, counterpart kita dari RRT juga akan melibatkan ekosistem industri mereka ke kita," ujar Angga.
Selain AI, Indonesia dan RRT dikabarkan turut membahas peluang kerja sama di sektor mineral kritis yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pengembangan industri teknologi. Angga mengatakan sumber daya mineral kritis Indonesia berpotensi diolah menjadi bahan pendukung pengembangan microchip dan semikonduktor.
"Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia," ujar Angga.
Dalam kerja sama AI, Indonesia juga menempatkan aspek tata kelola sebagai salah satu perhatian. Angga mengatakan Indonesia telah bergabung dengan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama AI yang diinisiasi di Shanghai dan berada dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Artinya apa? Indonesia punya peran penting ke depan untuk juga ikut turut andil dalam tata kelola AI di dunia," kata Angga.
Indonesia, lanjut Angga, mendorong pengembangan AI yang memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan memperkuat kerja sama antarnegara. “Kita juga mengedepankan bahwa AI itu untuk kebaikan, untuk humanity," ujarnya.
Pembahasan sektoral selanjutnya akan dilanjutkan setelah Working Level Group dibentuk, dengan RRT dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya pada awal 2027. Pembicaraan mengenai kelompok kerja ini dibahas dalam Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia dan RRT, di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat 21 Agustus 2026.
Sejumlah kementerian lain turut terlibat dalam CSD, antara lain Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Perdagangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....