Berantas Buta Huruf Al Qur’an, Wahdah Islamiyah Kukuhkan 10.000 Guru Mengaji

  • 22 Agt 2026 15:09 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • - Wahdah Islamiyah mengukuhkan 10.000 guru Qur'an dalam kegiatan Tabligh Akbar sekaligus pembukaan Muktamar V Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.
  • - Menteri Agama, Prof. Nasarudin Umar berharap pengukuhan ini dapat membantu pemerintah dalam memberantas buta huruf Al Qur'an.

RRI.CO.ID, Jakarta – Organisasi Islam Wahdah Islamiyah mengukuhkan 10.000 Guru Qur'an yang akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Pengukuhan ini dilakukan dalam kegiatan Tabligh Akbar sekaligus pembukaan Muktamar V Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menteri Agama, Prof. Nasarudin Umar mengapresiasi gagasan mulia yang diiniisiasi oleh Wahdah Islamiyah ini. Karena menurut data statistik, saat ini masih ada sekitar 60 persen umat Islam di Indonesia yang buta huruf Al Qur’an.

“Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan sendiri urusan besar seperti ini, dan disinilah peran ormas-ormas Islam termasuk Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10.000 pembebas buta huruf Al Quran, saya sangat mengapresiasi,” ujar Menteri Agama dalam sambutannya.

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. berharap, kerja keras para pengajar Kitabullah ini dapat membukakan pintu-pintu langit untuk para ahlul Quran. Sehingga dapat membebaskan umat Islam Indonesia dari buta huruf Al Qur’an.

“Semoga momentum ini juga menjadi bagian daripada ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat kuat dan berdaya saing. Mari terus memperkuat kontribusi untuk Indonesia semoga kita semuanya sehat walafiat dan mencapai tujuan kita seperti yang kita rencanakan bersama,” katanya.

Tabligh Akbar sekaligus pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah menghadirkan deretan nama besar yang sudah tidak asing lagi bagi umat Islam di Indonesia. Panggung utama akan diisi oleh Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah K.H. Muh. Zaitun Rasmin, Pembina Majelis Rasulullah Habib Nabiel Al-Musawa, serta para da’i kondang seperti Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Muh. Subki Al-Bughury, Ustaz Rifky Ja'far Thalib, dan Ustaz Faris Baswedan.

Tak hanya penceramah nasional, kebersamaan ini kian terasa istimewa dengan kehadiran ulama mancanegara, Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir, seorang Imam, Qori, sekaligus Juri Al-Qur'an Internasional.

Wakil Ketua Organising Committee (OC) Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustaz H. Syaibani Mujiono, S.Sy., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa hadirnya para ulama dari berbagai latar belakang ini merupakan simbol kuat dari semangat ukhuwah dan persatuan umat yang terus diusung oleh Wahdah Islamiyah.

"Hadirnya para ulama dan da'i dari berbagai latar belakang dalam satu panggung di Masjid Istiqlal ini adalah simbol kuat semangat ukhuwah dan persatuan umat. Bagi kami, Muktamar V bukan sekadar forum internal organisasi, melainkan ruang perjumpaan dan konsolidasi pemikiran para tokoh agama untuk memperkuat dakwah Al-Qur'an serta menjaga keutuhan bangsa," ucap Ustaz Syaibani Mujiono.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed dalam sambutannya melalui video mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Muktamar kelima Wahdah Islamiyah.

Pelaksanaan Muktamar dengan tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah” dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan Indonesia sebagai negeri maju dan berdaulat.

Acara yang dipandu oleh publik figur Aiman Ricky ini juga dirangkaikan dengan agenda strategis keumatan, salah satunya unjuk kemampuan hafalan dari Kamil Ramadhan, yang dikenal sebagai 'Manusia Google Qur'an Indonesia'. Rangkaian agenda tersebut dirancang untuk menyatukan visi dakwah sekaligus memberikan inspirasi nyata bagi jutaan umat Islam di tanah air.

Sebagai wujud apresiasi atas antusiasme jamaah, panitia juga menyiapkan beragam apresiasi kebersamaan melalui undian door prize, mulai dari paket Umrah, puluhan ribu mushaf Al-Qur'an, motor listrik, hingga logam mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....