Kemnaker Dorong Pendidikan Vokasi Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja

  • 18 Agt 2026 23:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan menilai penguatan ekosistem pendidikan vokasi penting untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Ada lima aspek yang perlu diperhatikan, yakni kompetensi dan karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, infrastruktur pembelajaran, tata kelola institusi, serta manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan pendidikan vokasi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang terampil. Peserta didik juga perlu memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja yang kuat.

“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memiliki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” ujar Cris dalam Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa 18 Agustus 2026.

Cris mengibaratkan pendidikan vokasi seperti pohon yang membutuhkan akar kuat agar dapat tumbuh dan bertahan. Menurutnya, akar tersebut menggambarkan kompetensi dan karakter yang menjadi fondasi bagi peserta didik sebelum memasuki dunia kerja.

Selain kompetensi, lulusan vokasi juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemampuan belajar sepanjang hayat dinilai penting agar tenaga kerja mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.

“Teknologi terus berubah. Oleh karena itu, lulusan vokasi harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat,” tuturnya.

Penguatan pendidikan vokasi juga membutuhkan infrastruktur pembelajaran yang memadai, baik fasilitas fisik maupun digital. Di sisi lain, tata kelola institusi harus diperkuat melalui pengelolaan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Cris menilai keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya harus dilihat dari manfaat lulusan setelah memasuki dunia kerja. Lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia kerja sekaligus masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya berapa banyak lulusan, tetapi seberapa besar manfaat yang mereka berikan,” ujar Cris.

Cris berharap Politeknik Ketenagakerjaan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan dunia kerja. Lulusan vokasi diharapkan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing sehingga mampu mendukung transformasi ketenagakerjaan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....