Laju Peduli Mobilisasi Tim Respon Darurat Gempa M7,7 ke NTT
- 18 Agt 2026 22:24 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Laju Peduli Mobilisasi Tim Respon Darurat Gempa M7,7 ke NTT
RRI.CO.ID, Jakarta - Laju Peduli memobilisasi Tim Respon Darurat untuk membantu warga terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dua personel diberangkatkan menuju lokasi terdampak untuk melakukan asesmen sekaligus mendistribusikan bantuan logistik bagi para penyintas.
Dua personel tersebut yakni Program Manager Laju Peduli Jabal Altharik dan Project Assistant Awang Ihsan Wishal. Pada tahap awal, tim akan memfokuskan respons kemanusiaan di Kabupaten Nagekeo, yang menjadi salah satu kawasan pusat gempa.
Program Manager Laju Peduli Jabal Altharik mengatakan, keberangkatan tim merupakan langkah awal untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak di lapangan.
“Kami berangkat untuk merespons kebutuhan paling mendesak para penyintas. Selain membawa bantuan darurat, kami juga akan melakukan asesmen langsung agar bantuan berikutnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak,” kata Jabal Altharik kepada media, Selasa (18/8/26).
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.
Besarnya dampak gempa membuat kebutuhan penanganan di lapangan menjadi semakin mendesak. Berdasarkan pembaruan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu 16 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB, guncangan gempa berdampak terhadap sembilan kabupaten dan satu kota.
Bencana tersebut tercatat telah menyebabkan 54 orang meninggal dunia dan 199 orang mengalami luka- luka. Selain itu, sebanyak 1.528 kepala keluarga (KK) terdampak langsung, sementara 9.963 warga terpaksa mengungsi.
Kerusakan juga terjadi pada ribuan bangunan dan sejumlah fasilitas publik. BNPB mencatat 2.403 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 1.543 rumah rusak berat, 328 rusak sedang, dan 532 rusak ringan.
Sejumlah fasilitas publik turut terdampak. Kerusakan tercatat pada 211 fasilitas kesehatan, yang terdiri atas 21 rumah sakit dan 190 puskesmas, serta 110 fasilitas pendidikan, 105 kantor, 65 rumah ibadah, 42 fasilitas umum, 34 titik jalan, 18 fasilitas irigasi, dan satu gudang Bulog.
Jabal mengatakan, pada fase awal respons darurat, Laju Peduli akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang berada di pengungsian, terutama di Kabupaten Nagekeo.
“Prioritas kami saat ini adalah kebutuhan dasar. Kami membawa bahan makanan dan makanan siap saji, kebutuhan air dan sanitasi, serta perlengkapan seperti tenda, selimut, alas tidur, dan obat-obatan,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi pascabencana membutuhkan respons yang cepat sekaligus tepat sasaran. Karena itu, asesmen lapangan menjadi bagian penting dari misi tim.
“Kondisi di lapangan bisa berubah dengan cepat. Karena itu, kami tidak ingin hanya membawa bantuan berdasarkan perkiraan. Tim akan melihat langsung kondisi para penyintas dan memetakan kebutuhan mereka agar distribusi bantuan bisa tepat sasaran,” kata Jabal.
Berdasarkan pemetaan awal kebutuhan di Kabupaten Nagekeo, bantuan yang disiapkan Laju Peduli meliputi bahan pokok makanan dan makanan siap saji untuk memastikan kebutuhan konsumsi pengungsi tetap terpenuhi di tengah keterbatasan fasilitas memasak.
Laju Peduli juga memprioritaskan pasokan air dan kebutuhan sanitasi. Pemenuhan kebutuhan tersebut penting untuk menjaga ketersediaan air bagi para penyintas sekaligus mengurangi risiko munculnya penyakit menular di kawasan pengungsian.
Kebutuhan mendesak lainnya meliputi tenda pengungsian, selimut, alas tidur, serta obat-obatan. Dalam pelaksanaan respons darurat, tim akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak berwenang, BNPB, BPBD setempat, serta relawan gabungan.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan proses distribusi bantuan berlangsung aman, merata, dan tepat sasaran. Jabal menambahkan, respons terhadap bencana tidak hanya membutuhkan dukungan dari lembaga kemanusiaan dan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat luas.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan saudara-saudara kita yang terdampak dan memberikan dukungan sesuai kemampuan. Dalam situasi seperti ini, setiap bentuk kepedulian sangat berarti bagi para penyintas untuk bisa bertahan dan mulai bangkit kembali,” tuturnya.
Laju Peduli mengajak masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan warga terdampak gempa di NTT serta ikut berkontribusi membantu proses pemulihan para penyintas. Setiap bentuk kepedulian diharapkan dapat membantu menopang ketahanan warga terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....