Aliansi Kebangsaan, Ajak Wongcilik Rawat Semangat Nasionalisme

  • 13 Agt 2026 18:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Aliansi Kebangsaan mengajak masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk 'wong cilik', untuk bersama-sama merawat semangat nasionalisme Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan Ketua Umum Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo dalam dialog di radio jelang lomba "Cerdas Cermat Kebangsaan Antar Wongcilik", di Pro1 RRI Jakarta. Kamis 13 Agustus 2026.

Dalam siaran tersebut disampaikan, bahwa lomba Cerdas Cermat Kebangsaan Antar Wong Cilik akan digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Gedung RRI Jakarta. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Kebangsaan dan Reaktualisasi Spirit Nasionalisme di Tengah Persoalan Bangsa.”

Peserta kegiatan berasal dari berbagai lapisan masyarakat, bukan pejabat, akademisi, maupun tokoh politik. Mereka antara lain pengemudi ojek online, tukang parkir, petugas kebersihan, sopir bajaj, sopir angkot, serta pekerja lainnya.

Lebih lanjut Pontjo menjelaskan, bahwa kebangsaan merupakan sesuatu yang harus terus dirawat dan tidak terbentuk secara otomatis. Menurutnya, kebangsaan merupakan reka rasa sosial yang membutuhkan partisipasi seluruh anak bangsa.

“Kebangsaan itu sesuatu reka rasa sosial, social engineering, sesuatu reka rasa sosial itu harus dirawat,” kata Pontjo. Ia juga menilai keberlangsungan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kemampuan masyarakat menjaga rasa kebangsaan bersama.

Menurut Pontjo, kebangsaan perlu dipahami sebagai kebutuhan bersama untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks. Ia mengibaratkan kehidupan berbangsa seperti mengangkat meja yang tidak mungkin dilakukan sendirian tanpa kerja sama.

masih di kesempatan ini Pontjo juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam berbagai persoalan besar yang dihadapi Indonesia. “Indonesia itu tidak ada pekerjaan besar tanpa partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Pontjo menilai masyarakat dari berbagai lapisan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, sejarah menunjukkan berbagai keberhasilan bangsa selalu membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.

Pemahaman kebangsaan, lanjut Pontjo, perlu ditanamkan melalui pendidikan sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Ia mempertanyakan sejauh mana pendidikan saat ini telah mengajarkan anak-anak untuk memahami identitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Nilai gotong royong juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga rasa kebangsaan di tengah masyarakat. Pontjo menegaskan gotong royong perlu terus dirawat karena masyarakat membutuhkan kerja sama untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Pontjo mengingatkan adanya tantangan baru terhadap keberlangsungan rasa kebangsaan masyarakat. Menurutnya, perubahan teknologi telah memengaruhi peradaban sehingga pemahaman kebangsaan harus diperkuat agar tidak semakin tergerus.

Ponco berharap, dengan kegiatan Lomba Cerdas Cermat Kebangsaan di RRI ini dapat menjadi salah satu cara mendekatkan isu kebangsaan kepada masyarakat luas. " Saya harap kegiatan serupa digelar sesering mungkin di berbagai daerah untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kebangsaan, sejarah, dan masa depan Indonesia," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....