Rahayu Saraswati Dorong Penguatan Ekosistem Kreator Digital Indonesia
- 13 Agt 2026 13:49 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Rahayu Saraswati Dorong Penguatan Ekosistem Kreator Digital Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mendorong penguatan ekosistem yang dapat menopang perkembangan kreator digital Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam Kick-off Program Kolaborasi “Transformasi Kreator Indonesia” antara LPP RRI dan PT Hyppe Teknologi Indonesia di Auditorium M. Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Saraswati mengatakan, terdapat sejumlah kata kunci yang perlu diperhatikan dalam membangun industri kreatif dan kebudayaan di Indonesia, salah satunya adalah keberpihakan. Menurutnya, keberpihakan membutuhkan kemauan politik dari pemerintah maupun industri untuk memastikan ekosistem kreatif dapat terus berkembang.
“Ada beberapa kata kunci, yang pertama keberpihakan di mana kalau kita memang punya political will bisa kita katakan keberpihakan mau itu pemerintah mau itu industrinya sendiri karena tentunya kita selalu menggunakan hexahelix, harus gotong royong, itu kata kuncinya di situ gotong royong untuk memastikan bahwa industri kreatif dan kebudayaan itu bisa hidup,” ujar Saraswati.
Selain keberpihakan, Saraswati menekankan pentingnya konektivitas dengan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengakses informasi dan mengembangkan kreativitas selama memiliki perangkat dan konektivitas.
“Dan kata kunci berikutnya adalah konektivitas, konektivitas dengan teknologi termasuk AI ini kan membuat akses stabilitas lebih mudah untuk di daerah-daerah di pelosok-pelosok selama punya gadget, selama punya konektivitas, mereka bisa mengakses hal-hal yang mungkin dulu hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang ada di kota, tapi sekarang di daerah-daerah,” katanya.
Saraswati juga menilai keberpihakan dan konektivitas perlu dibarengi dengan pembentukan ekosistem yang mampu memberikan keamanan bagi para kreator, budayawan, dan masyarakat yang menghasilkan karya kreatif.
Menurutnya, pemahaman mengenai hak cipta menjadi hal penting agar kreator dapat melindungi sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari karya yang mereka hasilkan.
“Setelah ada keberpihakan, setelah ada konektivitas, kita perlu keamanan untuk memastikan mereka bisa memaksimalkan potensi yang mereka keluarkan yang mereka karyakan itu harus ada pendidikan, juga bagaimana memastikan mereka tahu bahwa untuk aman harus ada copyright-nya harus ada patennya supaya mereka bisa memonetisasi itu,” ujarnya.
Saraswati mengatakan, kreativitas anak muda Indonesia saat ini sudah berkembang sangat pesat. Tantangannya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat diarahkan menjadi kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat secara ekonomi.
“Kan sebenarnya harapannya kreatif supaya bisa cari cuan, dari situ kan tadi dikatakan anak-anak muda Indonesia sudah sangat kreatif, tinggal bagaimana menggunakan kreativitas itu dalam hal yang produktif,” katanya.
Ia menilai RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran dalam mendukung terbentuknya ekosistem kreator yang aman. Menurutnya, dukungan terhadap kreator tidak hanya berkaitan dengan ruang untuk berekspresi, tetapi juga akses terhadap perlindungan hak cipta dan peluang monetisasi.
“Dan keberpihakan ini artinya ekosistemnya itu termasuk RRI dan apa yang kita bahas hari ini adalah mendukung adanya ekosistem yang aman untuk kreator Indonesia, yang memastikan mereka bisa akses pada pendaftaran copyright, pendaftaran hak cipta untuk memastikan juga bahwa mereka bisa memonetisasi agar mereka bisa memaksimalkan bakat mereka, lalu tentunya menjadi bagian dari pembangunan ekonomi Indonesia melalui ekonomi kreatif,” ujar Saraswati.
Ia berharap kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, lembaga penyiaran publik, dan platform digital, dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem yang mampu mendukung pertumbuhan kreator Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....