Yayasan SuRCI Gelar Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026

  • 05 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • SuRCI dan Ikatan Pemulung Indonesia menyelenggarakan acara Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026 dengan menghadirkan 100 pemulung di Bekasi pada 5 Agustus 2026.
  • SuRCI telah memberdayakan lebih dari 11.514 resource collectors, bermitra dengan 660 komunitas, dan menjalankan 11 program sosial yang mencakup kesehatan, pendidikan, keamanan pangan, dan akses keuangan.
  • Pemulung binaan SuRCI telah mengumpulkan lebih dari 29 juta kilogram sampah plastik, setara dengan 1,4 miliar botol plastik, untuk didaur ulang dan mendukung ekonomi sirkular.

RRI.CO.ID, Bekasi - Yayasan Sustainability for Resource Collectors Initiative (SuRCI) bersama Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) menyelenggarakan kegiatan Temu Sapa & Apresiasi Resource Collectors 2026 di Kantor BPP IPI, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu, 5 Agustus 2026. Acara yang dihadiri oleh 100 resource collectors (pemulung), menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan dengan komunitas pemulung sekaligus memberikan penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga lingkungan dan mendukung ekonomi sirkular.

SuRCI, organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2016 di Kanada, berkomitmen memberdayakan pemulung melalui solusi inklusif dan sirkular. Hingga kini, SuRCI telah memberdayakan lebih dari 11.514 resource collectors, bermitra dengan 660 komunitas, serta menjalankan 11 program sosial yang mencakup kesehatan, pendidikan, keamanan pangan, hingga akses keuangan. Para pemulung binaan SuRCI telah berhasil mengumpulkan lebih dari 29 juta kilogram sampah plastik, setara dengan 1,4 miliar botol plastik, untuk didaur ulang.

Selain itu, SuRCI telah mendistribusikan smartphone, distribusi sembako, hingga akses BPJS Ketenagakerjaan. SuRCI berupaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat peran pemulung dalam sistem pengelolaan sampah. Dukungan ini memungkinkan para pemulung memperoleh akses pendidikan, perlindungan sosial, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi.

Di Indonesia, profesi pemulung masih didominasi oleh sektor non-formal dengan tantangan besar: 64% hidup di bawah garis kemiskinan, 42% tidak memiliki jaminan kesehatan, dan tingkat kecelakaan kerja yang menjadikan profesi ini sebagai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Melalui program-program seperti subsidi smartphone, distribusi sembako, hingga akses BPJS Ketenagakerjaan, SuRCI berupaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat peran pemulung dalam sistem pengelolaan sampah.

Kegiatan di Bantar Gebang mencakup sosialisasi literasi digital, program BPJS Ketenagakerjaan, serta pengumuman Top Resource Collector sebagai bentuk apresiasi bagi pemulung dengan kontribusi pengumpulan material terbanyak. Selain itu, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendengarkan aspirasi dan tantangan para pemulung dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Acara ini juga didukung oleh Niagara Cares, program filantropi dari Niagara Bottling, yang sejak September 2025 menjadi mitra utama SuRCI. Melalui hibah dan program sosial, Niagara Cares telah membantu memberdayakan lebih dari 1.100 resource collectors di Indonesia, mendistribusikan 6.374 paket sembako, serta memberikan 739 akses BPJS Ketenagakerjaan.

Annisa Fauziah, Country Manager SuRCI Indonesia. (Foto : RRI/Erik Hamzah)

“Temu Sapa ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk apresiasi atas kerja keras para resource collector yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan akses yang setara terhadap layanan sosial dan peluang ekonomi,” ujar Annisa Fauziah, Country Manager SuRCI Indonesia, saat ditemui RRI di lokasi acara, Rabu, 5 Agustus 2026.

Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Ikatan Pemulung Indonesia, Pris Polly Lengkong mengatakan pemulung adalah aktor penting dalam ekonomi sirkular. Melalui kolaborasi dengan SuRCI dan dukungan Niagara Cares, pihaknya berharap semakin banyak pemulung yang terlindungi secara sosial dan ekonomi, sehingga profesi ini semakin diakui dan dihargai.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Ikatan Pemulung Indonesia, Pris Polly Lengkong. (RRI/Erik Hamzah)

Terkait penghargaan, dia menyebut, hal itu sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas kerja keras pemulung yang selama ini berada di garis depan menjaga kebersihan kota. “Kami berharap semakin banyak pihak yang mendukung pemberdayaan mereka,” ujarnya.

Annisa Fauziah, Country Manager SuRCI Indonesia berharap rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat pengakuan terhadap peran pemulung sebagai aktor utama dalam sistem pengelolaan sampah yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan juga semakin banyak resource collectors memperoleh akses terhadap perlindungan sosial, pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi. Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di Penjaringan, Jakarta (6 Agustus 2026) dan Pasar Kemis, Banten (9 Agustus 2026), dengan masing-masing 50 peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....