Kemenbud-PANDI Akan Gelar Lomba Menulis Dongeng Anak Gunakan Aksara Nusantara
- 27 Jul 2026 21:02 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kementerian Kebudayaan dan PANDI merencanakan penyelenggaraan lomba menulis dongeng anak yang menggunakan aksara Nusantara.
- Inisiatif ini merepresentasikan komitmen PANDI dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan aksara lokal di platform digital modern.
- Aksara Nusantara dipandang sebagai elemen krusial dalam identitas nasional yang memerlukan pemeliharaan berkelanjutan dan revitalisasi khususnya dalam ekosistem digital.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berencana mengadakan lomba menulis dongeng anak menggunakan aksara Nusantara. Ketua PANDI, Isnawan Aslam, menyampaikan bahwa lomba tersebut merupakan wujud komitmen PANDI dalam mendukung pemanfaatan aksara lokal di ruang digital.
"PANDI melihat aksara Nusantara sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang perlu terus dirawat dan dihidupkan, termasuk di ruang digital," ujar Isnawan Aslam, dikutip dari Antara, pada Senin 27 Juli 2026.
Menurutnya, aksara Nusantara harus diperkenalkan kembali melalui medium yang relevan dengan generasi masa kini. Pihaknya pun ingin menggunakan cara yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi muda.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, memberikan apresiasi atas inisiatif untuk melestarikan kebudayaan. Termasuk menjadikan aksara Nusantara sebagai warisan budaya yang hidup.
"Kami juga berharap inisiatif ini dapat mendorong Aksara Nusantara sebagai living heritage untuk semakin hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman," kata Menbud Fadli Zon.
Adapun acara peluncuran lomba menulis dongeng anak beraksara Nusantara dijadwalkan akan berlangsung pada 8 September 2026 mendatang, bertepatan dengan Hari Aksara Internasional. Namun demikian, tahap pendaftaran sudah dapat dilakukan pada 8 Agustus 2026.
Kemudian, masa penulisan dan pengumpulan karya akan berlangsung mulai 8 September 2026 hingga 31 Januari 2027. Lomba ini terbuka untuk umum, dengan enam pilihan kategori aksara daerah yang paling dekat dengan cerita, bahasa, dan budaya yang ingin dihidupkan. Pilihan bahasanya meliputi bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak, Bugis, dan Rejang. Terakhir, tahap pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah rencananya akan dilaksanakan pada Februari dan Maret 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....