Perluas Distribusi Film Nasional, Menekraf Dorong Bioskop Modular
- 27 Jul 2026 08:50 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong penerapan bioskop modular (micro-cinema) sebagai strategi untuk memperluas distribusi film nasional.
- Bioskop modular bertujuan menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi kreatif baru, khususnya di daerah-daerah yang belum terjangkau bioskop konvensional.
- Pemerintah menyambut kolaborasi dengan PT Indobox Cinematic Buana sebagai inovasi yang dapat menggerakkan ekonomi kreatif lokal dan meningkatkan akses distribusi film.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya, mendorong penerapan bioskop modular atau micro-cinema. Hal ini bertujuan untuk memperluas distribusi film nasional, sekaligus menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi kreatif baru.
Terkait hal tersebut, Riefky menyambut baik inovasi dan kolaborasi dari PT Indobox Cinematic Buana (Indobox Cinema). Ia berharap, hal tersebut dapat menjadi solusi yang mampu memperluas akses distribusi film, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di daerah.
“Ini menjadi satu semangat dengan Indobox Cinema yang saling menyadari bahwa lumbung-lumbung ekonomi kreatif banyak tersebar sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan sama untuk menikmati karya sineas Indonesia,” ujar Riefky, di Jakarta, dilansir dari Antara, pada Minggu 26 Juli 2026.
Menurutnya, bioskop modular tidak hanya sebagai ruang pemutaran film, tetapi juga menjadi simpul aktivitas ekonomi kreatif. Bioskop modular dinilai dapat membuka peluang kolaborasi yang melibatkan pegiat usaha lokal, komunitas, hingga talenta kreatif di berbagai wilayah.
Solusi ini dianggap dapat menjawab persoalan 74 persen kabupaten/kota di Indonesia yang belum memiliki bioskop. Riefky mengatakan kolaborasi dengan Indobox Cinema memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah dan hilirisasi subsektor film.
Bioskop modular sendiri dirancang dengan investasi yang lebih efisien, waktu pembangunan singkat, serta harga tiket yang terjangkau. Model investasi ini ditujukan untuk menjawab kesenjangan akses bioskop, mengingat hanya 26 persen kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki bioskop, dengan sekitar 70 persen di antaranya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....