Menbud Tekankan Pentingnya Pelestarian Permainan Tradisional
- 26 Jul 2026 15:43 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya pelestarian permainan tradisional sebagai ruang tumbuh kembang anak dan pembentukan karakter generasi muda.
- Permainan tradisional memiliki peran strategis dalam mewariskan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda.
- Di era perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang bermain nyata untuk berinteraksi, belajar bekerja sama, dan mengenal budaya bangsa melalui pengalaman langsung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, menekankan pentingnya pelestarian permainan tradisional, sebagai ruang tumbuh kembang anak. Menurutnya, permainan tradisional memiliki peran untuk membentuk karakter, sekaligus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
"Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk bermain, berinteraksi, belajar bekerja sama, dan mengenal nilai-nilai luhur bangsa melalui pengalaman nyata," ujae Fadli dalam acara Festival "Generasi Berani Exploring-Biarkan Mereka Berlari" yang berlangsung di Jakarta, dilansir dari Antara, pada Sabtu 25 Juli 2026.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki ribuan permainan tradisional. Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI berupaya mengembangkan berbagai langkah untuk mendokumentasikan, meregistrasi, dan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat. Termasuk melalui rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia.
"Kolaborasi yang kita lakukan hari ini menjadi langkah penting agar anak-anak kembali akrab dengan permainan yang membentuk karakter, kejujuran, kebersamaan, dan semangat gotong royong," katanya.
Melalui Festival "Generasi Berani Exploring-Biarkan Mereka Berlari", Kemenbud RI bersama Komunitas Hong menghadirkan berbagai permainan tradisional bagi anak usia 5-8 tahun. Mulai dari congklak, bekel, gasing, dam-daman, kelom batok, ular naga, ampar-ampar pisang, cublek-cublek suweng, hingga cing ciripit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....