MOI Ingin Indonesia Terdepan dalam Selamatkan Gaza

  • 26 Jul 2026 14:24 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Ketua MOI KH. Nazar Haris menyatakan genosida terhadap rakyat Gaza masih berlangsung setiap hari meskipun perjanjian gencatan senjata telah disepakati sejak awal tahun 2026.
  • Gerakan #TheyLiedToYou diluncurkan tiga pekan sebelum aksi untuk mengkritik bahwa masyarakat dunia dibohongi oleh pihak penjajah mengenai kondisi sebenarnya di Gaza.
  • Aksi Bela Palestina dengan tema 'Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam' digelar di kawasan Monas Jakarta Pusat pada Minggu, 26 Juli 2026, sebagai bentuk solidaritas dan advokasi atas situasi kemanusiaan Gaza.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejak awal terjadi perjanjian gencatan senjata awal tahun 2026, masih terjadi pembunuhan masal atau genosida terhadap rakyat Gaza setiap hari. Hal itu dikatakan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI), KH. Nazar Haris, dalam Aksi Bela Palestina yang mengusung tema ‘Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam’, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 26 Juli 2026.

Pria yang akrab disapa Kyai Nazar itu menyatakan, sekitar tiga pekan yang lalu, telah digagas sebuah gerakan yang diberi nama #TheyLiedToYou, atau Mereka (para penjajah) Berdusta Kepada Kamu, atau mereka bohongi kamu. “Maksudnya tentang genosida ini, kita semua dibohongi para penjajah, genosida masih berlangsung, padahal sudah gencatan senjata,” ujar Kyai Haris.

Menurut Kyai Haris, para penjajah mau agar pemerintahan administrasi di Gaza diserahkan. “Mereka para penjajah mau ini mau itu, bahkan yang mengerikan itu sebenarnya tidak dibukanya pintu perbatasan, dan wilayah Gaza tinggal 33 persen,” katanya.

Selain itu, 1,9 juta lebih warga Gaza, atau sekitar 2 juta itu, tinggal di wilayah yang tinggal 32 kilometer dikali 3 kilometer. “Mungkin dalam waktu sekitar kira-kira 1-2 jam, 2 juta orang itu bisa habis dengan kemampuan militer yang dimiliki Israel. Jadi dengan kondisi ini, Indonesia harus menjadi yang terdepan, menggerakkan dunia internasional atau masyarakat dunia menyelamatkan Gaza,” kata Kyai Haris.

Ia juga menyatakan, saat Piala Dunia 2026 yang baru saja selesai, ada kesadaran warga dunia mengusung Palestina di dalamnya. “Lepas dari kita yang tidak suka pada pelaksanaan World Cup nya, tapi ternyata suasana emosionalnya dalam mendukung Palestina, ada di dalam World Cup 2026,” katanya.

“Dengan aksi ini, kita berharap situasi emosional ini menjadi energi positif, yang akan membuat masyarakat dan pemerintah bergandengan tangan. Yang sejak awal berkomitmen untuk dukungannya kepada Palestina,” ucap Kyai Haris.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada 23 Juli lalu, menegaskan kembali dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Yang merupakan hal prinsip yang tidak dapat ditawar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....