PLN EPI Siapkan Ekosistem Biohidrogen, Bidik Optimalisasi 60 Juta Ton Biomassa

  • 24 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pengembangan ekosistem biohidrogen dengan mengoptimalkan sekitar 60 juta ton biomassa yang belum dimanfaatkan setiap tahun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun industri hidrogen rendah karbon untuk mendukung transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir saat menjadi pembicara pada sesi Low Carbon Hydrogen & Ammonia Distribution dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Hokkop menjelaskan Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 80 juta ton per tahun, namun baru sekitar 20 juta ton yang telah dimanfaatkan. Artinya, masih terdapat sekitar 60 juta ton biomassa yang berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk energi rendah karbon, termasuk biohidrogen.

“PLN EPI bertugas memastikan seluruh molekul energi yang dibutuhkan pembangkit tersedia. Ke depan kami tidak hanya berbicara energi fosil, tetapi juga biomassa, bioenergi, hidrogen, dan amonia sebagai bagian dari transisi energi nasional,” ujar Hokkop, melalui keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurutnya, biomassa tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetapi juga dapat diolah menjadi biohidrogen, biochar, biogas, biomethane, hingga berbagai produk bioenergi bernilai tambah.

Selain biomassa padat, PLN EPI juga melihat potensi besar dari limbah industri kelapa sawit. Indonesia memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME), yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas maupun biohidrogen.

Sejak 2022, PLN EPI telah membangun rantai pasok biomassa melalui kemitraan dengan pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha swasta. Biomassa yang dikumpulkan diproses untuk mendukung program co-firing PLTU, sekaligus dikembangkan menjadi Compressed Biogas (CBG), biochar, serta berbagai inisiatif waste-to-energy.

Dalam roadmap pengembangan bioenergi, PLN EPI menempatkan biohidrogen dan amonia sebagai salah satu pilar bisnis masa depan. Pada periode 2026–2030, perusahaan akan memulai tahapan studi kelayakan, pembangunan pilot project, hingga uji coba pemanfaatan hidrogen dan amonia pada pembangkit listrik sebagai fondasi menuju tahap komersialisasi.

Hokkop menegaskan pengembangan biohidrogen tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Kami telah menyiapkan roadmap serta membangun kemitraan dengan berbagai penyedia teknologi. Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem yang kuat melalui kolaborasi agar potensi biomassa Indonesia dapat dioptimalkan menjadi fondasi industri hidrogen rendah karbon di masa depan,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 16 mitra strategis dalam pengembangan biomassa, biohidrogen, electro-Sustainable Aviation Fuel (eSAF), dan green ammonia. Di antaranya adalah kerja sama dengan eFuels SEA Pte Ltd untuk pengembangan biohidrogen menuju produksi eSAF serta CISRI Hypore bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk studi pengembangan biohidrogen dan green ammonia.

Dalam jangka panjang, PLN EPI menargetkan ekosistem hidrogen dan amonia tidak hanya memenuhi kebutuhan sektor ketenagalistrikan, tetapi juga mendukung dekarbonisasi industri semen, baja, dan petrokimia. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap melalui fase inisiasi pada 2025–2034, integrasi pada 2035–2044, hingga akselerasi dan komersialisasi penuh pada 2045–2060.

“Melalui pengembangan biohidrogen berbasis biomassa, kami berharap potensi sumber daya hayati nasional dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....